Aceh Utara, Line1News – Pagi itu, Balai Meunasah Desa Meunasah Kulam, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mendadak riuh oleh tawa anak-anak dan obrolan hangat warga. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 51 membawa atmosfer baru yang penuh semangat. Bersama kader kesehatan setempat, mereka menggelar layanan kesehatan ganda: Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk dewasa dan lansia, serta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk balita pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Langkah kolaboratif yang menggandeng Puskesmas Kuta Makmur ini bukan sekadar menjalankan program kerja wajib. Lebih dari itu, ini adalah wujud kepedulian nyata untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar langsung ke jantung Desa Meunasah Kulam.
Sejak fajar mulai meninggi, antusiasme warga sudah terasa. Ruang balai meunasah dipenuhi antrean yang tertib. Di satu sudut, mahasiswa KKN dengan telaten mendampingi petugas medis menyambut para lansia dan warga dewasa. Mahasiswa dan kader kesehatan tampak sigap melayani warga. Salah satunya saat melakukan pengukuran lingkar perut kepada seorang ibu paruh baya.
Tak jauh dari sana, di area panggung kayu balai meunasah, pemeriksaan juga menyasar kaum pria. Dengan penuh konsentrasi, kader kesehatan dibantu mahasiswi beralmamater hijau tampak memasangkan manset tensimeter digital pada lengan seorang pemuda untuk mengecek tekanan darahnya. Aktivitas ini menjadi bagian krusial dari deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di lingkungan desa.
Bergeser ke sudut lain, suasananya jauh lebih ceria. Di pos Posyandu, para ibu tampak sibuk menenangkan buah hati mereka yang sedang ditimbang dan diukur tinggi badannya. Mengenakan almamater hijau khas Unimal lengkap dengan lambang bendera Merah Putih di lengan, para mahasiswi KKN tampak sangat telaten melayani balita yang hadir.

[Mahasiswi KKN Unimal Kelompok 51 melakukan pengukuran tinggi badan balita perempuan saat pelaksanaan Posyandu di Desa Meunasah Kulam, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. KKN Unimal 51]
Aktivitas ini terlihat dari kesigapan mereka memosisikan alat pengukur tinggi badan stadiometer di kepala seorang balita perempuan berbaju motif bunga. Di meja sebelah, mahasiswi KKN lainnya juga dengan lembut memandu seorang balita laki-laki saat berdiri di atas timbangan digital multifungsi untuk mengukur tinggi dan berat badannya secara akurat.
Sentuhan lembut dan pendekatan yang sabar dari mahasiswa membuat anak-anak tetap tenang saat menanti pembagian Vitamin A, obat cacing, serta makanan tambahan bergizi guna mendukung tumbuh kembang mereka.
Tercatat sebanyak 20 warga antusias memeriksakan diri di pos Posbindu, sementara 46 balita sukses terlayani di pos Posyandu. Kehadiran para mahasiswa di meja pendaftaran dan pencatatan data kesehatan terbukti mampu memangkas waktu tunggu, sekaligus mencairkan suasana lewat edukasi singkat yang disampaikan secara santun dan kekeluargaan.
Di sela-sela pemeriksaan fisik, balai meunasah juga bertransformasi menjadi ruang diskusi terbuka. Warga memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai keluhan kesehatan harian mereka, mulai dari menjaga pola makan hingga pentingnya memantau grafik Kartu Menuju Sehat (KMS) sang buah hati.
Apresiasi mendalam datang dari Aminah, istri Geuchik Desa Meunasah Kulam. Ia mengaku sangat tersentuh dengan dedikasi dan kesigapan anak-anak muda ini selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Kegiatan Posbindu dan Posyandu jadi lebih lancar karena ada tambahan tenaga untuk membantu pendataan dan mendampingi warga. Semoga kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan ke depannya,” ungkap Aminah, seperti dikutip oleh mahasiswa KKN.
Rasa syukur serupa juga dipanjatkan oleh Ketua KKN Unimal Kelompok 51, Abdillah Ali Simanjuntak. Bagi Abdillah dan rekan-rekannya, melihat warga pulang dengan senyum dan pemahaman kesehatan yang lebih baik adalah pencapaian terbesar mereka.
“Alhamdulillah, kegiatan Posbindu dan Posyandu ini berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari warga. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Meunasah Kulam, khususnya dalam mendukung kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Abdillah, dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa (25/8).
Aksi nyata pengabdian di Desa Meunasah Kulam ini menorehkan catatan manis. Lewat sinergi yang apik antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berhasil mendorong kesadaran hidup sehat secara berkala, tetapi juga merajut ikatan kekeluargaan yang erat antara sivitas akademika Unimal dan warga desa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy