Piala Dunia 2026

Malapetaka di Atlanta! Spanyol Dipermalukan Negara Kepulauan Kecil

Spanyol vs Tanjung Verde
Kiper Tanjung Verde, Vozinha (kanan), bereaksi saat pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta pada Senin malam, 15 Juni 2026. Foto: Roberto SCHMIDT/AFP

Atlanta – Kejutan terbesar di awal Piala Dunia 2026 resmi tercipta di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin malam, 15 Juni 2026. Tim raksasa sekaligus juara Euro 2024, Spanyol, dipaksa menelan pil pahit setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tim debutan, Tanjung Verde (Cape Verde).

Hasil memalukan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai penjuru dunia. Dilansir dari media-media Spanyol, performa La Roja dicap sebagai sebuah kegagalan total. Media Jerman, Bild menulis dengan sarkas, “Sebuah negara kepulauan mempermalukan Spanyol”. Sementara media Argentina Olé menyebutnya sebagai “Pukulan Sejarah” yang sangat tidak masuk akal bagi tim bertabur bintang.

Tembok Kokoh 40 Tahun dan Rekor Disiplin Afrika

Tanjung Verde, yang merupakan negara terkecil ketiga yang pernah berkompetisi di Piala Dunia dengan populasi kurang dari 500.000 jiwa, menunjukkan performa defensif yang luar biasa. Sepanjang 90 menit, mereka tampil sangat disiplin dan tercatat hanya melakukan satu kali pelanggaran—rekor pelanggaran tersedikit dalam sebuah pertandingan Piala Dunia sejak tahun 1966!

Pahlawan sejati malam itu dalah penjaga gawang veteran mereka, Vozinha. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, kiper yang bermain di kasta kedua Liga Portugal ini melakukan 7 hingga 8 penyelamatan krusial yang membuat frustrasi lini serang Spanyol. Sundulan Aymeric Laporte dan peluang emas Ferran Torres yang membentur mistar gawang, semuanya mentah di tangan sang kiper.

Media Brasil, Globoesporte bahkan berseloroh, “Vozinha hari ini lebih hebat daripada Neuer.” Di akhir laga, Vozinha menangis haru sambil menerima penghargaan Man of the Match (MVP).

Dikritik “Main Seperti Laga Legenda”, Magis Lamine Yamal Terlambat

Performa anak asuh Luis de la Fuente di babak pertama menuai kritik tajam di dalam negeri. Jurnalis senior Spanyol, Paco González, di Cadena COPE mengkritik habis-habisan dengan mengatakan:

“Kita bermain lebih buruk dari tim mana pun. Ini terlihat seperti pertandingan para legenda (pemain pensiun). Ritmenya sangat lambat, tidak ada yang bergerak!”

Melihat buntu taktik menempatkan Gavi di posisi sayap, De la Fuente akhirnya memasukkan sang wonderkid Lamine Yamal di menit ke-71 dan Nico Williams di menit ke-86. Yamal, yang baru pulih dari cedera robek hamstring, langsung mengubah jalannya laga.

Hanya dalam waktu 20 menit, Yamal mencatatkan 5 dribel sukses—terbanyak dibanding pemain lain sepanjang pertandingan. Masuknya Yamal menghidupkan asa Spanyol, namun kokohnya pertahanan blok rendah Tanjung Verde tetap gagal ditembus hingga peluit panjang berbunyi.

Kutukan Laga Perdana dan Pembelaan Sang Pelatih

Hasil imbang ini memperpanjang tren buruk Spanyol yang tercatat gagal memenangkan laga pembuka di 4 dari 5 edisi Piala Dunia terakhir mereka. Sejak angkat trofi pada 2010, La Roja tercatat hanya mampu menang 3 kali dari 12 laga di putaran final Piala Dunia.

Meski dihujani kritik dan “suara bising” dari media, pelatih Luis de la Fuente tetap pasang badan dan mencoba tenang.

“Tidak ada mental yang runtuh di ruang ganti. Kami tahu Tanjung Verde akan bermain bertahan total. Kami menciptakan banyak peluang, namun kami kurang tenang di penyelesaian akhir. Besok, saya akan memajang poster catatan 32 pertandingan tak terkalahkan kami di ruang ganti. Kami punya nol keraguan pada tim ini,” tegas De la Fuente dalam konferensi pers.

Melalui akun media sosialnya, Lamine Yamal juga mengirimkan pesan optimisme kepada para penggemar: “Ini kompetisi yang panjang dan target kami masih jauh. Kami akan terus bekerja keras dan segalanya akan berjalan sesuai keinginan kita. Jangan ragu.”

Dengan hasil ini, jalan Spanyol di Grup H dipastikan menjadi lebih terjal. Mereka wajib mengamankan kemenangan mutlak di laga berikutnya melawan Arab Saudi pada Minggu, 21 Juni, sebelum menghadapi laga penentu melawan Uruguay.[]

Baca Juga: Badai Coretan di Skuad Spanyol: 3 Bintang Utama Ini Gagal ke Piala Dunia!

Pesta Gol di Monterrey: Isak Menggila, Swedia Hancurkan Tunisia 5-1

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy