Harapan Baru dari Punteuet: Lapas Lhokseumawe Resmi Tempati Gedung Baru yang Lebih Manusiawi

Gedung Lapas Lhokseumawe Punteuet
Penampakan bagian atap Lapas Kelas IIA Lhokseumawe di Gampong Ulee Blang Mane, Punteuet, Kecamatan Blang Mangat. Foto: Tangkapan layar video

Lhokseumawe, Line1News – Babak baru pelayanan pemasyarakatan yang lebih layak resmi dimulai di Kota Lhokseumawe. Sebanyak 459 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe kini telah menempati fasilitas baru yang lebih representatif di Desa Ulee Blang Mane, Punteuet, Kecamatan Blang Mangat.

Proses pemindahan ratusan warga binaan dari gedung lama berjalan dengan lancar dan aman pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Relokasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjen Pemasyarakatan, Brigjen Pol Tatan Dirsan Atmaja, didampingi Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, Kalapas Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, serta Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan.

Menjawab Persoalan Overkapasitas

Informasi dihimpun Line1News, langkah ini menjadi solusi nyata atas kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) akut yang membayangi Lapas Lhokseumawe selama bertahun-tahun. Sebagai gambaran, pada Agustus 2025 lalu, bangunan lama yang kapasitas idealnya terbatas terpaksa menampung hingga lebih dari 530 warga binaan. Angka tersebut melonjak 300 persen lebih dari kapasitas semestinya. Kini, dengan daya tampung gedung baru yang mencapai sekitar 800 orang, para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan ruang hidup yang jauh lebih layak dan manusiawi.

Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, menyampaikan rasa optimisnya terhadap fasilitas baru ini. Menurutnya, relokasi ini bukan sekadar pindah tempat, melainkan momentum besar untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan.

“Dengan beroperasinya gedung baru, kami optimistis pelayanan, pembinaan, serta sistem pengamanan akan semakin baik demi mewujudkan pemasyarakatan yang lebih profesional dan humanis,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Lapas Lhokseumawe Optimalkan Pembinaan dan Pengamanan Lewat Gedung Baru di Punteuet

Kearifan Lokal dan Jejak Sejarah

[Peusijuek bangunan baru Lapas Lhokseumawe di Gampong Ulee Blang Mane, Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kamis, 30 Juli 2026. Foto: Tangkapan layar video]

Sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan berkah, pihak Lapas juga menggelar prosesi adat Aceh peusijuek (tepung tawar) dua hari sebelum relokasi, tepatnya pada Kamis, 30 Juli 2026. Tradisi ini dilakukan bersama seluruh jajaran sebagai doa agar gedung baru ini membawa keselamatan dan kelancaran dalam membimbing para warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.

Lokasi baru di Punteuet ini sebenarnya menempati lahan bekas proyek Lapas tahun 1996 yang tidak dapat difungsikan akibat konflik Aceh. Setelah sekian lama, lahan ini akhirnya berhasil difungsikan kembali melalui pembangunan bertahap. Sementara itu, gedung lama di Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti—yang bangunan dasarnya konon merupakan peninggalan era kolonial Belanda—rencananya akan dialihfungsikan menjadi Rumah Tahanan (Rutan) Lhokseumawe.

Transparansi Anggaran Multi-Tahun

[Warga Binaan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe. Foto: Tangkapan layar video]

Pembangunan fasilitas modern ini memakan waktu multi-tahun dari Tahun Anggaran (TA) 2022 hingga 2025 menggunakan dana APBN. Konstruksi awal dimulai lewat peletakan batu pertama pada April 2022 di bawah naungan Kemenkumham, dan rampung pada TA 2025 di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Berdasarkan penelusuran Line1News melalui laman SPSE Inaproc, berikut rincian paket anggaran dan mitra pelaksana yang merampungkan proyek strategis ini:

* TA 2022: Pembangunan awal Lapas Kelas IIA Lhokseumawe diselesaikan oleh PT Multikarya Bisnis Perkasa (beralamat di Medan) dengan nilai kontrak Rp23,8 miliar.

* TA 2023: Pembangunan gedung operasional Balai Pemasyarakatan oleh CV Jaguar Utama (Banda Aceh) senilai Rp5,5 miliar, serta pembangunan Poliklinik kesehatan oleh CV Tamar Jaya (Banda Aceh) senilai Rp1,2 miliar.

* TA 2024: Pembangunan Blok Hunian utama yang dikerjakan oleh PT Takabea Reshi Consulindo (Langsa) dengan nilai kontrak Rp24,6 miliar. Proyek ini didampingi jasa konsultansi konstruksi perencanaan lanjutan dari PT Kimcipta Persada Sejahtera (Banda Aceh) dan jasa konsultansi manajemen konstruksi oleh CV Payung Sejahtera Consultant (Banda Aceh).

* TA 2025: Tahap akhir penyempurnaan yang mencakup Blok Sayap Kanan, Gedung BLK, ruang serbaguna, pos jaga, hingga pagar keliling. Fase ini dikerjakan oleh PT Aretech Smart Asima (Jakarta Selatan) senilai Rp27,3 miliar, PT Citra Sarana Tehnik (Banda Aceh) senilai Rp12,8 miliar, PT Karya Samudera Berkat (Tangerang) senilai Rp8,5 miliar, dengan konsultan manajemen konstruksi dari CV Gamma 91 (Medan).

Lewat komitmen anggaran yang dinilai transparan dan fasilitas yang memanusiakan manusia, Lapas Baru Punteuet siap menjadi tempat penempaan yang aman, produktif, dan penuh harapan baru bagi warga binaan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy