Banda Aceh – Koordinator Yayasan Geutanyoe Nasruddin mengungkapkan bayi korban banjir dan longsor di Aceh terpaksa diberikan mi instan agar bisa bertahan hidup.
“Lebih menyedihkan lagi, anak bayi harus diberikan mie instan demi untuk menyambung hidup. Ini sangat tidak seharusnya terjadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Line1.News, Rabu, 17 Desember 2025.
Yayasan Geutanyoe, kata Nasruddin, sangat berharap semua pihak memprioritaskan bantuan perlengkapan bayi dan makanan bergizi untuk bayi dan balita.
“Anak-anak ini membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Mi instan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.
“Kami telah melihat sendiri anak-anak yang hanya bisa menangis karena tidak ada susu formula yang tersedia. Mereka hanya diberi mi instan sebagai pengganti makanan,” imbuhnya.
Nasruddin menyebutkan ratusan ribu anak-anak di Aceh terkena dampak banjir dan tanah longsor.
“Hampir 100 ribuan anak-anak kehilangan tempat tinggal akibat disapu banjir bandang,” ungkapnya.

Selain itu, kata Nasruddin, Yayasan Geutanyoe telah melakukan survei dan menemukan anak-anak di Aceh sangat terdampak oleh bencana. Mereka kehilangan akses ke sekolah, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami telah melakukan upaya bantuan darurat, namun kami masih membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk membantu anak-anak ini. Kami membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, perlengkapan bayi, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.
Yayasan Geutanyoe menyerukan kepada semua pihak untuk membantu anak-anak di Aceh yang terkena dampak bencana. “Kami sangat berharap agar pemerintah dan organisasi lainnya dapat membantu kami dalam menyediakan bantuan untuk anak-anak ini,” ujar Nasruddin.
Yayasan Geutanyoe juga menekankan bahwa anak-anak yang terkena dampak bencana ini membutuhkan dukungan psikologis dan emosional. Mereka harus diberikan kesempatan untuk kembali ke sekolah dan menjalani kehidupan normal.
“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi lainnya untuk membantu anak-anak di Aceh. Kami berharap agar anak-anak ini dapat segera kembali ke kehidupan normal dan memiliki masa depan yang cerah.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy