Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mencatatkan sejarah besar dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Berdasarkan rilis terbaru Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, kampus yang dijuluki “Energi Kebangsaan” ini sukses menduduki peringkat kedua nasional untuk bidang hukum.
Capaian prestisius ini menempatkan UIN Ar-Raniry melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama tanah air, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Peta Kekuatan Hukum Nasional 2026
Berdasarkan data SIR 2026, posisi pertama nasional ditempati oleh Universitas Airlangga (peringkat global #92). UIN Ar-Raniry menyusul ketat di posisi kedua nasional dengan peringkat global #131.
Berikut adalah daftar 5 besar nasional bidang hukum versi SIR 2026:
1. Universitas Airlangga (#92 Global)
2. UIN Ar-Raniry Banda Aceh (#131 Global)
3. Universitas Sebelas Maret (#196 Global)
4. Universitas Indonesia (#257 Global)
5. UIN Sunan Kalijaga (#262 Global)
Baca juga: UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan
Transformasi Ekosistem Riset
Rektor UIN Ar-Raniry, Profesor Mujiburrahman, menyatakan prestasi ini adalah hasil dari penguatan ekosistem riset yang berkelanjutan.
“Capaian ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi mencerminkan perubahan lanskap riset nasional. PTKIN yang sebelumnya berada di pinggiran, kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” ujar Mujiburrahman, dalam keterangannya pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola 125 jurnal ilmiah, di mana empat jurnal telah terindeks Scopus Q1, yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita. Bahkan, jurnal El-Usrah tercatat masuk dalam 50 besar dunia untuk kategori antropologi dalam pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.
Baca juga: Dua Akademisi UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Top 2% Scientist Dunia 2025
Dosen Berkelas Dunia
Prestasi ini juga didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni. Dua dosen Fakultas Syariah dan Hukum, Profesor Muhammad Siddiq Armia dan Profesor Mursyid Djawas, masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide 2025 versi Stanford University.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Profesor Kamaruzzaman, menambahkan bahwa budaya publikasi telah menjadi napas di lingkungan fakultas. “Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis di jurnal bereputasi. Indikator Scimago membuktikan bahwa upaya ini membuahkan hasil signifikan,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy