Warga Celala Resah dengan Pungutan Memberatkan Pengendara di Jalan Licin Pascabencana

Pungutan terhadap pengendara di Sekep Celala
Warga mengeluhkan pungutan terhadap pengendara sepeda motor yang melintas jalan Takengon-Nagan Raya di Sekep Desa Blang Kekumur, Kecamatan Celala, Aceh Tengah. Foto: Tangkapan layar video

Takengon – Warga di Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, merasa resah dengan pungutan yang dinilai memberatkan para pengendara motor di jalan licin pascabencana di sana.

Salah seorang warga yang enggan ditulis namanya kepada Line1.News, Jumat, 19 Desember 2025, mengatakan pungutan itu dilakukan sejumlah orang terhadap pengendara sepeda motor yang melintasi jalan Takengon, Aceh Tengah-Nagan Raya di wilayah Sekep Desa Blang Kekumur, Kecamatan Celala, Aceh Tengah.

“Untuk kendaraan roda dua yang tidak membawa barang bawaan dikenakan tarif Rp50 ribu sekali lewat. Tapi, kalau bawa muatan maka tarifnya dihitung Rp2.000 sampai Rp3.000 perkilogram barang bawaannya,” ungkap warga itu.

Dia menjelaskan biaya itu diminta oleh pelaku sebagai jasa untuk menarik kendaraan agar tidak tergelincir saat menurun di jalan licin.

Menurut dia, kondisi jalan tersebut pada musim hujan sangat berbahaya bagi pengendara karena licin.

“Pak Camat sudah peringatkan. Kata Pak Camat, ‘jalan ini masyarakat satu Kecamatan Celala yang bergotong royong’. Namun, mereka (pelaku pungutan) enggak open,” ujar warga itu.

“Camat dan Muspika sudah peringatkan ‘jangan ada bayaran dipatok, tapi kalau seikhlasnya enggak apa’, begitu kata Camat,” tambah warga tersebut.

Dengan adanya pungutan yang dipatok sehingga terkesan pungli di sana, dia mengaku sangat resah. Menurutnya, tidak sepatutnya pungutan yang memberatkan pengendara motor itu dibiarkan. Apalagi saat ini masyarakat Gayo tengah kesusahan menghadapi musibah banjir dan longsor.

“[Diperkirakan] dari hasil pungutan yang dilakukan mereka bisa mendapat Rp10 sampai Rp13 juta perharinya. Ini enggak manusiawi, saat masyarakat kesusahan, mereka malah memanfaatkan musibah ini untuk keuntungan pribadinya,” ujar dia.

Dia berharap aparat penegak hukum segera menghentikan praktik nakal oknum pemuda kampung tersebut demi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di sana.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy