Takengon, Line1News – Sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Tengah terpaksa berhenti beroperasi sementara lantaran biaya operasional belum ditransfer oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Dampaknya, ribuan siswa yang berada di sejumlah sekolah dan posyandu sejak Senin kemarin (8/6) tidak mendapat jatah makanan bergizi gratis yang merupakan program unggulan presiden.
Koordinator Wilayah SPPG Aceh Tengah, Nauval, Selasa, 9 Juni 2026, mengatakan kendala utama yang dihadapi adalah belum masuknya dana operasional melalui sistem Virtual Account (VA) yang digunakan untuk membiayai kegiatan dapur MBG.
“Dari 25 dapur MBG yang ada di Aceh Tengah, saat ini 14 dapur menghentikan operasional sementara karena dana operasional belum masuk,” jelas Nauval melalui pesan Whatsapp.
“Jika dana operasional sudah dikirim oleh BGN, kami akan segera menyampaikan pemberitahuan dan operasional kembali berjalan seperti biasa,” katanya.
Baca Juga: 7 Dapur MBG di Banda Aceh Berhenti Beroperasi, Ini Alasannya
Selain itu, Nauval menyebut sebagian dapur MBG telah mulai menerima pengisian saldo secara bertahap. Sistem top up dilakukan secara berkala dan otomatis ketika saldo tersisa sekitar 30 persen dari total dana yang tersedia.
Ia juga meminta seluruh Kepala SPPG untuk mengatur penggunaan dana yang masih tersedia, menyelesaikan kewajiban pembayaran yang belum tuntas, serta mengambil langkah penghentian sementara apabila saldo operasional tidak lagi mencukupi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy