Lhokseumawe – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe A Hanan mengajak generasi muda menjadikan museum Lhokseumawe sebagai tujuan atau destinasi edukasi.
“Museum adalah jendela menuju sejarah dan budaya kita. Saya berharap generasi muda dapat aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan dan menjadikan museum sebagai destinasi edukasi,” ujar Hanan saat membuka Semarak Festival Kultural Kesenian dan Kebudayaan se-Kota Lhokseumawe, Jumat malam, 1 November 2024.
Baca Juga: Dewan Minta Museum Jadi Pusat Edukasi Histori Kota Lhokseumawe
Tidak hanya itu, Hanan menekankan pentingnya museum sebagai wadah memahami dan melestarikan budaya lokal. Dia mengajak generasi muda mengenal dan mencintai warisan budaya Aceh.
Di kesempatan itu, Hanan juga mengingatkan akan masuknya budaya asing yang dapat mengikis adat budaya Aceh. “Melalui festival ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga adat istiadat, seperti memuliakan tamu serta melestarikan kuliner khas Aceh yang semakin langka di Bumi Aceh.”
Baca Juga: Pj Wali Kota Lhokseumawe: Marching Band Perpaduan Disiplin dan Seni
Festival Kultural Kesenian dan Kebudayaan diselenggarakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Museum Kota Lhokseumawe pada 1 November 2024. Acara pembukaan festival dihadiri unsur-unsur Forkopimda Lhokseumawe dan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Aceh, Canang, secara bersama-sama.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, kata Hanan, perayaan HUT Museum Lhokseumawe diharapkan dapat memperkuat identitas budaya kota dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
Baca Juga: 10 Organisasi Pemuda di Lhokseumawe Terima Penghargaan dari Pj Wali Kota
Setelah membuka festival, Hanan melihat koleksi benda bersejarah di Museum Kota Lhokseumawe. Dia juga memberikan arahan terkait pelestarian serta pengelolaan koleksi tersebut.
Festival Kultural Kesenian dan Kebudayaan digelar sejak Jumat hingga hari ini, Minggu, 3 November 2024. Semarak festival dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, mulai dari tingkat SD hingga SMA, serta perwakilan dari berbagai kecamatan.
Perlombaan yang digelar meliputi Tari Ratoh Jaroe, Lawak Aceh, Zikir Maulid, Masak Kuah Tuhe, dan sejumlah lomba menarik lainnya. Selain untuk menghibur, acara ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan Aceh, khususnya kekayaan budaya kekayaan budaya di Kota Lhokseumawe.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy