BPS: Angka Kemiskinan Aceh Barat Turun 2,1 Persen

Profil kemiskinan Aceh Barat 2024
Profil kemiskinan Aceh Barat 2024. Foto: BPS Aceh Barat

Meulaboh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat merilis angka kemiskinan di kabupaten itu turun sebanyak 2,1 persen pada 2025 sehingga menjadi menjadi 15,50 persen. Angka ini setara dengan sekira 34,16 ribu jiwa.

Penelusuran Line1.News di Laman BPS Aceh Barat, tahun lalu persentase angka kemiskinan di kabupaten itu Aceh Barat 17,60 persen per Maret 2024, atau setara 38,79 ribu jiwa, menurun 0,26 persen poin dibandingkan Maret 2023.

Melansir Laman Pemkab Aceh Barat, data angka kemiskinan 2025 tersebut telah disampaikan langsung oleh Kepala BPS Rudi Hermanto kepada Bupati Tarmizi di Kantor BPS Aceh Barat pada Jumat, 12 September 2025.

Kepala Bappeda Wistha Nowar mengatakan data BPS tersebut membuktikan berbagai program pemerintah daerah sepanjang tahun 2025 telah berjalan efektif. Dia menyebut program unggulan dorong daya beli dan kesejahteraan, termasuk salah satu program prioritas yang memberi dampak besar adalah Kartu Aceh Barat Sehat (KABS).

Lewat KABS, Pemkab Aceh Barat memberikan bantuan Rp1 juta kepada keluarga pendamping pasien yang dirujuk keluar daerah. BPS, kata Wistha, menilai inisiatif tersebut mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Tak hanya itu, kata Wistha, kegiatan Car Free Day bulanan juga terbukti mendorong pertumbuhan UMKM lokal, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemkab Aceh Barat juga rutin menggelar Pasar Murah dan Gelar Pangan Murah yang membantu masyarakat miskin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, sebut Wistha, pemerintah menggulirkan berbagai bantuan produktif, seperti pengembangan ternak ayam kampung petelur, kambing, kerbau, perikanan budidaya, hingga bantuan alat pengolahan ikan dan dukungan bagi UMKM serta industri pengolahan.

“Sementara pada aspek pengurangan kantong-kantong kemiskinan, program perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, hingga rumah layak huni menjadi prioritas agar kualitas hidup masyarakat meningkat,” ujar Wistha, Jumat, 12 September 2025.

Tak hanya sampai di situ, Pemerintah Aceh Barat juga menghadirkan sejumlah inovasi yang sangat berpengaruh seperti Paket Dansa (Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Terintegrasi Dana Desa) sejak 2023, yang mengoptimalkan Dana Desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.

Kemudian juga CSR Makin Mesra (CSR Masyarakat Miskin Menuju Sejahtera), pemanfaatan dana CSR perusahaan untuk pengembangan UMKM, bantuan peternakan, hingga pembangunan rumah layak huni, dan Optimis (Optimalisasi Perlindungan Sosial Antisipasi Kemiskinan), yang diluncurkan tahun 2024 berupa jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain program langsung, Wistha juga menjelaskan keberhasilan menekan angka kemiskinan juga didukung pengendalian inflasi. Garis kemiskinan di Aceh Barat disebutnya hanya naik 1,24 persen, dari Rp644 ribu tahun 2024 menjadi Rp652 ribu pada 2025. Kenaikan yang relatif kecil ini dinilainya ikut mencegah munculnya penduduk miskin baru.

Namun, data BPS Aceh Barat menunjukkan garis kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp666.009 per kapita per bulan, meningkat 4,58 persen dibandingkan garis kemiskinan Maret 2023.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy