Polisi Buru Pembunuh Dokter Shanti Astuti, Kapolres Gayo Lues: Target 2×24 Jam Terungkap!

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo berikan keterangan terkait target pengungkapan kasus pembunuhan dr. Shanti Astuti.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo. Foto: Istimewa

Blangkejeren – Perburuan terhadap pelaku di balik pembunuhan sadis dokter Shanti Astuti di Kabupaten Gayo Lues kini memasuki babak krusial. Tim gabungan Polres Gayo Lues yang dibantu Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh terus bergerak cepat mengungkap misteri kematian dokter tersebut.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, menegaskan komitmennya untuk segera menyeret pelaku ke pengadilan. Ia menyatakan bahwa proses penyelidikan saat ini tengah berjalan sangat intensif.

“Kami telah menurunkan tim terbaik untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Insya Allah, dalam waktu 2×24 jam ke depan sejak hari ini, kasus ini akan segera terungkap,” ujar Kapolres Hyrowo, dalam keterangannya, Senin, 23 Maret 2026.

Langkah Strategis dan Pengejaran Pelaku

Kapolres menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian langkah taktis, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan intensif saksi-saksi, hingga pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian.

Saat ini, tim di lapangan juga dilaporkan tengah melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa yang menggemparkan warga Desa Raklunung tersebut.

Kehadiran tim Jatanras Polda Aceh diharapkan menjadi kunci penguatan pengungkapan kasus, mengingat jam terbang mereka dalam menangani tindak pidana berat.

Kronologi Penemuan Jasad

Sebagai informasi, jasad dr. Shanti Astuti ditemukan pada Sabtu (21/3/2026) oleh adik kandungnya, Norman. Kecurigaan muncul karena sebuah paket kiriman di tangga rumah tak kunjung berpindah selama tiga hari.

Saat ditemukan di lantai dua, kondisi korban sangat memprihatinkan. Hasil pemeriksaan medis mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan.

Baca juga: Misteri Kamar Terkunci: Jejak Pilu Kematian Dokter di Gayo Lues

Korban yang merupakan dokter umum di Puskesmas Uring ini diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jasad yang mulai mengeluarkan bau menyengat.

Imbauan untuk Masyarakat

Kapolres Hyrowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang belum tentu benar. Ia juga menjamin keamanan bagi siapa saja yang bersedia memberikan informasi penting terkait kasus ini.

“Kami mengharapkan peran serta masyarakat. Jika mengetahui hal-hal mencurigakan, segera lapor. Kami menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas pelapor,” ucapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy