Piala Dunia 2026

Drama 94 Menit! Dua Gol Super Sub Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading 2-1

Jerman merayakan kemenangan laan Pantai Gading
Jerman merayakan kemenangan dramatis di menit akhir sekaligus mengamankan posisi puncak Grup E. Foto: Bahho Kara/Kirchner-Media/IMAGO

Toronto – Drama luar biasa tersaji di BMO Field, Toronto, Kanada, dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2026, Minggu, 21 Juni 2026 dinihari WIB. Sempat tertinggal dan frustrasi, Timnas Jerman secara heroik berhasil membalikkan keadaan untuk menumbangkan Pantai Gading dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini sekaligus menyegel tiket Die Mannschaft menuju babak 16 besar.

Pertandingan berjalan tensi tinggi sejak menit awal. Jerman sebenarnya sempat menguasai alur permainan, namun mereka dibuat frustrasi oleh keputusan wasit. Dilansir dari media Meksiko, Récord, skuad asuhan Julian Nagelsmann sempat mencetak dua gol di babak pertama, namun keduanya dianulir oleh sang pengadil lapangan yang memicu protes keras di pinggir lapangan.

Memanfaatkan momentum frustrasi Jerman, Pantai Gading menghukum raksasa Eropa tersebut pada menit ke-30. Gelandang andalan mereka, Franck Kessie, menyambar bola muntah di dalam kotak penalti untuk membawa berjuluk The Elephants memimpin 1-0 hingga turun minum.

Sihir Deniz Undav dari Bangku Cadangan

Memasuki babak kedua, Jerman yang dibayangi memori kelam kegagalan di dua edisi Piala Dunia terakhir, sempat tampil kebingungan menghadapi pertahanan rapat dan fisik kuat para pemain Afrika. Di tengah situasi buntu, suporter Jerman di tribun mulai meneriakkan nama Deniz Undav. Nagelsmann merespons, dan dukungan itu terbukti menjadi berkah.

Menurut laporan jurnalis Jonathan Harding dari Deutsche Welle (DW), keputusan Nagelsmann memasukkan para pemain muda dan wajah baru menjadi kunci kemenangan ini. Menit ke-68, berawal dari umpan silang Nadiem Amiri, Deniz Undav yang baru masuk berhasil menjebol gawang Yahia Fofana untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Puncaknya terjadi pada masa injury time tepatnya menit ke-94. Undav kembali menunjukkan ketajamannya dengan melepaskan diri dari kawalan bek lawan, memutar badan, dan mencetak gol kemenangan yang dramatis. Gol ini memicu ledakan kegembiraan luar biasa dari seluruh bangku cadangan dan fans Jerman.

Statistik mencatat, striker VfB Stuttgart ini mengukir rekor fantastis: hanya dalam dua laga sebagai pemain pengganti di Piala Dunia 2026, ia telah membukukan 3 gol dan 2 asis. Catatan super sub ini mendekati rekor legenda Kamerun, Roger Milla, pada Piala Dunia 1990 silam.

Pantai Gading Tetap Optimis, Jerman Kokoh di Puncak

Meski kalah secara menyakitkan di menit-menit akhir, penampilan Pantai Gading menuai banyak pujian. Dilansir dari media Pantai Gading, Fraternité Matin, kekalahan ini memang menjadi pukulan telak, namun asa The Elephants belum tertutup. Mereka wajib memenangkan laga pamungkas melawan Curacao untuk bisa menyusul Jerman ke babak gugur.

Dalam analisis lanjutannya, Récord memberikan “Veredicto” bahwa Pantai Gading telah membuktikan mereka mampu bermain head-to-head dengan juara dunia empat kali. Di sisi lain, Récord menilai Jerman masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam kreativitas serangan di sepertiga akhir lapangan, walau mentalitas juara berhasil menyelamatkan mereka kali ini.

Sayangnya, kemenangan Jerman harus dibayar mahal dengan cederanya bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, yang dikabarkan harus menyudahi turnamen lebih cepat.

Kendati demikian, publik Jerman kini mulai berani bermimpi. Berkat hasil imbang bersejarah antara Curacao dan Ekuador di laga lainnya, Jerman resmi mengunci status sebagai juara Grup E dan bersiap menatap fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi. Sebuah “Dongeng Musim Panas” baru tampaknya mulai ditulis oleh generasi baru Die Mannschaft.[]

Baca Juga: Brasil Hajar Haiti 3-0: Matheus Cunha dan Vini Jr Bawa Seleção Kuasai Grup C

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy