Petaling Jaya – Lapangan hijau bukan sekadar panggung adu taktik dan fisik, tetapi juga tempat mengalirnya pesan-pesan damai. Aksi para pesepak bola Muslim yang melakukan sujud syukur di tengah gemuruh stadion usai mencetak gol, kini dinilai sebagai bentuk dakwah santun yang sukses menampilkan wajah Islam yang indah dan ramah kepada dunia.
Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, Doktor Zulkifli Hasan, membagikan pandangan menyentuh ini melalui akun Facebook pribadinya, seperti dilansir media Malaysia, Kosmo, Ahad, 21 Juni 2026.
Menurut Zulkiflli, fenomena ini tidak hanya memperlihatkan ketulusan hati seorang hamba, tetapi juga perlahan mengikis berbagai stigma negatif terhadap komunitas Muslim di kancah internasional.
Belakangan ini, panggung megah sekelas Piala Dunia memang kerap dihiasi oleh momen tersebut. Gerakan sujud di atas rumput lapangan telah bertransformasi menjadi sebuah simbol yang memikat perhatian jutaan pasang mata.
Simbol Kepasrahan dan Rasa Syukur
“Dalam Islam, sujud syukur melambangkan penyerahan sepenuhnya dan rasa bersyukur seorang hamba atas nikmat yang dikurniakan Allah SWT,” ungkap Zulkifli.
Ia menjelaskan bahwa amalan sunah ini dilakukan satu kali di luar salat. “Namun tetap memerlukan syarat tertentu seperti mempunyai wuduk, menghadap kiblat, dan menutup aurat dengan sempurna,” tambahnya.
Kendati demikian, terdapat pula pandangan ulama yang mempermudah atau membolehkan sujud syukur dilakukan langsung tanpa wudu maupun tanpa menghadap kiblat, mengingat momentumnya yang datang spontan.
Menginspirasi Generasi Muda
Zulkifli juga menaruh harapan besar agar para atlet Muslim sedunia bisa terus menjaga kebugaran dan mencetak prestasi emas. Di sisi lain, mereka diharapkan tetap kokoh memegang teguh syariat serta menjaga batasan aurat. Baginya, olahragawan Muslim harus mampu menjadi teladan bahwa mengejar kesuksesan duniawi sama sekali bukan penghalang untuk bangga menunjukkan identitas keislaman secara santun.
“Biar dunia mengenali kita bukan sahaja kerana skill dan prestasi yang mantap, tetapi juga kerana disiplin agama yang kukuh. Fenomena ini menjadi inspirasi terbaik buat anak muda dan atlet Muslim untuk terus berbangga dengan identiti mereka,” tuturnya.
Pesan mendalam yang bisa dipetik adalah, setiap puncak kejayaan yang kita raih di dunia ini sepantasnya diiringi dengan rasa rendah hati di hadapan Sang Pencipta. Dengan begitu, hati akan selalu terjaga dari rasa sombong, bahkan saat kaki sedang berdiri di puncak tertinggi kesuksesan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy