Banda Aceh, Line1News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh yang berlaku pada 24 hingga 26 Juni 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut sejumlah faktor atmosfer sedang aktif dan berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Aceh. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin dan Gelombang Ekuatorial Rossby di Samudra Hindia bagian barat Sumatra, serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di Aceh.
Selain itu, keberadaan daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif. Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Miftahul Jannah, menjelaskan bahwa kombinasi berbagai faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh.
Menurutnya, terpantau aktifnya Gelombang Kelvin dan Gelombang Ekuatorial Rossby di Samudra Hindia barat Sumatra serta MJO yang aktif secara spasial di Aceh. “Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif,” kata Miftahul Jannah kepada Line1News, Rabu, 24 Juni 2026.
Dia menjelaskan, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
“Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ungkap Miftahul.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten/kota.
* 24 Juni 2026: Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues, Pidie, Subulussalam, dan Nagan Raya.
* 25 Juni: Potensi cuaca serupa diperkirakan terjadi di Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Simeulue, dan Nagan Raya.
* 26 Juni: Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, Pidie, dan Pidie Jaya.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa daerah.
* 24 Juni: Angin kencang berpotensi terjadi di Sabang dan Aceh Besar.
* 25 dan 26 Juni: Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar.
Waspada pada Sore-Malam
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.
“Waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dan tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” katanya.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan akibat hujan lebat dan angin kencang selama periode peringatan dini tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy