Takengon, Line1News – Sebuah dukungan moral yang kuat mengalir dari dinginnya Dataran Tinggi Gayo untuk masa depan Partai Demokrat Aceh. Tokoh senior, H. Ismail yang akrab disapa Pak Nir, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Doktor Sayuti Abubakar sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.
Pak Nir bukanlah orang baru. Dedikasinya mengakar kuat sebagai mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tengah selama hampir dua dekade (periode 2004–2022). Baginya, figur Sayuti yang kini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe periode 2025-2030, adalah sosok yang tepat.
“Saya secara pribadi sangat mendukung penuh Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh,” kata Ismail melalui pesan WA yang diterima Line1News, Selasa, 21 Juli 2026.
Taat Konstitusi Partai
Pengalaman mendalam Pak Nir yang sudah melewati pasang surut partai—termasuk mengikuti lima kali Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Aceh—membuatnya paham betul arti sebuah proses yang sehat.
Ia menekankan bahwa kompetisi merebut kursi ketua harus berjalan di atas rel aturan yang sah. Proses pemilihan wajib bersandar pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat.
Di matanya, setiap kader yang punya modal syarat organisasi memiliki hak yang sama untuk maju. Terlebih jika kader tersebut mampu mengantongi minimal 20 persen dukungan dari pemilik hak suara sah di dalam forum Musda.
Meluruskan Isu Miring
Sebagai politisi senior, Pak Nir juga merasa panggilannya untuk menjaga kejujuran informasi di internal partai. Ia menepis isu yang mengembuskan kabar bahwa Sayuti Abubakar adalah orang luar.
Secara tegas, ia mengungkapkan fakta bahwa Sayuti sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) sejak tiga tahun lalu.
“Perlu saya tegaskan bahwa Dr. Sayuti Abubakar bukan kader eksternal. Beliau sudah menjadi anggota Partai Demokrat sejak tahun 2023. Jadi, narasi yang menyebut beliau orang baru di Demokrat perlu diluruskan,” kata Pak Nir.
Harapan Baru dan Rangkulan Hangat
Sebagai kader yang sejak awal ikut berkeringat membesarkan Demokrat, Pak Nir melihat ada secercah harapan baru dalam diri Sayuti.
Ia merindukan nakhoda masa depan yang punya hati luas. Pemimpin yang mampu merangkul semua warna kader tanpa memihak kelompok tertentu, serta tulus berfokus pada kejayaan partai di bumi Serambi Mekah.
Ia menitipkan pesan mendalam agar Musda kali ini menjadi panggung politik yang santun, demokratis, dan sarat etika.
Jaga Kesucian Rumah Ulama
Satu poin humanis yang digarisbawahi Pak Nir adalah penghormatan tinggi kepada pemuka agama. Ia berharap tidak ada pihak yang mempolitisasi atau merekayasa dukungan para ulama untuk kepentingan pribadi maupun pencitraan politik sesaat.
“Ulama adalah panutan kita semua. Dukungan dan nasihat mereka hendaknya menjadi kekuatan moral bagi seluruh kader dan masyarakat, bukan dijadikan alat dalam kontestasi politik internal,” ujar Pak Nir.
Menutup pesannya dengan penuh optimisme, Pak Nir berharap Musda VI Demokrat Aceh melahirkan kepemimpinan yang sejuk. Sebuah kepengurusan baru yang solid, visioner, dan kian melekat di hati rakyat.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy