Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pencurian yang Merenggut Nyawa Nek Aminah di Guha Uleu

rekonstruksi kasus pencurian sebabkan korban meninggal1
Tersangka AR (tengah, baju tahanan bertuliskan Tersangka I) memperagakan salah satu adegan saat Tim Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pencurian dan pembunuhan lansia di Desa Guha Uleu, Kuta Makmur, Aceh Utara, Kamis (27/8/2026). Foto: Line1News/Fajar

Kuta Makmur, Line1News – Suasana haru bercampur amarah menyelimuti Desa Guha Uleu, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Kamis siang, 27 Agustus 2026. Tim Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pencurian dengan pemberatan yang merenggut nyawa Aminah (70), seorang lansia di kampung tersebut pada 6 Juni 2026 lalu.

Tepat pukul 14:42 waktu Aceh, mobil yang membawa dua dari tiga tersangka, yakni AR dan KH, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang tak lain adalah kediaman korban. Kedua tersangka disambut riuh oleh teriakan histeris ratusan warga yang memadati lokasi. Masyarakat tak mampu membendung rasa kesal dan kecewa, terlebih karena para tersangka merupakan tetangga korban.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Boestani, menjelaskan bahwa reka ulang ini sangat penting untuk menyinkronkan seluruh temuan di lapangan. Kejadian memilukan beberapa bulan lalu yang menyebabkan korban meninggal dunia dan kehilangan perhiasan emasnya kini diuji kembali lewat adegan demi adegan.

Proses rekonstruksi ini ditujukan untuk mempelajari secara komprehensif alur peristiwa bersama pihak Kejaksaan, penasihat hukum tersangka, serta pihak terkait lainnya.

Sebanyak 25 adegan diperagakan secara runtut, menggambarkan titik awal perencanaan jahat hingga momen terakhir yang merenggut nyawa Nek Aminah. Rekonstruksi ini pun menguak fakta baru mengenai cara pelaku menyusup ke dalam rumah.

[AR (Tersangka I) bersama KH (Tersangka II) memperagakan salah satu adegan di luar bangunan rumah korban saat rekonstruksi di Desa Guha Uleu, Kamis (27/8/2026). Foto: Line1News/Fajar]

“Fakta baru, yang awalnya kita duga pelaku masuk dari belakang, ternyata dari depan,” ungkap Boestani.

Tak hanya itu, tabir kelam lain juga terungkap di ruang penyidikan visual tersebut. Sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat melancarkan bujuk rayu demi mengalihkan perhatian korban dan menguasai situasi rumah.

Berdasarkan penjelasan Boestani, aksi keji ini dilancarkan pada malam hari bakda Isya. Sebelum malam nahas itu tiba, para pelaku ternyata sudah beberapa kali merencanakan pencurian namun selalu gagal, hingga akhirnya mereka nekat mengeksekusi korban pada hari kejadian.

Hingga saat ini, polisi masih terus memburu satu tersangka lain berinisial N yang kini berstatus buron. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akarnya. “Mohon waktu, DPO-nya berpindah-pindah tempat, kita tetap melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan,” tambah Boestani.

Kepergian Nek Aminah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga. Niat awal para pelaku yang dipicu oleh materi, pada akhirnya berujung pada hilangnya satu nyawa berharga akibat kepanikan di dalam rumah.

“Motifnya itu mengambil barang, karena situasi yang tidak pas di dalam, sehingga korban melakukan perlawanan. Pelaku juga melakukan tindakan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” pungkas Boestani.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy