Ini Kata Kadispenad Soal Peristiwa di Tiro Pidie

Anggota TNI terlibat bentrok dengan warga di Pidie
Anggota TNI terlibat bentrok dengan warga di Pidie, Aceh. Foto: Liputan6.com

Jakarta – Seorang warga meninggal dunia dan belasan warga lainnya dikabarkan mengalami luka-luka akibat peristiwa di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026.

“Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Kampung Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazahnya telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 dinihari di pemakaman umum Desa Dayah Kampung Baru.

“TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih,” ujar Donny.

Peristiwa tersebut disebut dipicu pengibaran bendera Bulan Bintang saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Ia menyebut prajurit TNI kemudian berusaha meneritbkan dan menurunkan Bendera Bulan Bintang. Menurutnya, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya.

Di sisi lain, lanjutnya, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

“Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya,” tuturnya.

Menurutnya, dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI.

Ia menyebut sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Namun, lanjutnya, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.

“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Donny.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy