Penegakan Hukum Tidak Boleh Melanggar Hukum

Ketua Forbes Aceh Kecam Keras Penembakan Terhadap Masyarakat

TA Khalid Ketua Forbes DPR DPD RI asal Aceh
Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI dan DPD RI asal Aceh, Dr. Ir. H. T.A. Khalid, M.M. Foto: Dokumen/istimewa

Banda Aceh, Line1News – Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI dan DPD RI asal Aceh, Dr. Ir. H. T.A. Khalid, M.M., mengecam keras tindakan penegakan hukum yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari masyarakat dalam peristiwa terkait Bendera Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan T.A. Khalid menyikapi insiden penembakan terhadap warga yang tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu, 4 November 2026. Diduga penembakan itu dilakukan oleh aparat keamanan yang dipicu penolakan masyarakat terkait permintaan penurunan bendera bulan bintang di lokasi acara maulid.

“Kami kecewa dengan tindakan yang menewaskan masyarakat. Penegakan hukum tidak harus melanggar hukum. Tidak ada penegakan hukum yang dibenarkan dengan mengorbankan nyawa rakyat,” tegas T.A. Khalid dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis, 5 November 2026.

Menurutnya, aparat keamanan harus bekerja secara profesional, proporsional, dan mengedepankan pendekatan humanis sesuai amanat UUD 1945 dan semangat perdamaian MoU Helsinki.

“Negara tidak boleh hadir dengan peluru. Negara harus hadir dengan dialog dan keadilan. Rakyat Aceh sudah terlalu banyak berkorban untuk perdamaian ini,” ujarnya.

T.A. Khalid juga meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera menuntaskan persoalan Bendera Aceh secara konstitusional dan bermartabat agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan konflik baru.

“Kami meminta agar penyelesaian Bendera Aceh harus segera dituntaskan agar tidak menimbulkan konflik. Jangan biarkan persoalan ini terus menjadi luka yang menganga. Aceh sudah damai, jangan dibuat gaduh lagi,” tegas T.A. Khalid.

Oleh karena itu, T.A. Khalid mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan musyawarah.

“Semua pihak saya berharap harus menahan diri agar Aceh tetap selalu kondusif. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin, dengan dialog, bukan dengan emosi dan kekerasan,” pungkas Ketua Umum DPP Wareeh Keluarga Ulee Balang Aceh (KUB) tersebut.[]

Baca Juga: LBH Banda Aceh Kutuk Penembakan Warga Saat Peringatan Maulid di Tiro Pidie

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy