Banda Aceh, Line1News – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengakui belum mendapatkan data untuk memastikan kabar yang menyebutkan nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, masuk dalam daftar target penyadapan.
“Belum pasti diketahui apakah Wali Nanggroe Aceh disadap atau tidak, kami belum punya data tentang hal itu,” kata Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh, Rabu, 4 November 2026.
Yusril menjelaskan, penyidik Bareskrim Polri sejauh ini baru menemukan fakta bahwa penyadapan itu dilakukan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri, tokoh politik, pengusaha, hingga tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Baca Juga: Ini Kata Menko Yusril Soal Indikasi Makar dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Namun, ketika ditanya apakah penyadapan juga menyasar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) atau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Yusril mengatakan belum menemukan fakta yang memastikan hal tersebut.
“Kalau ditanya apakah Pak Jokowi dan Pak Gibran juga disadap, itu juga belum ada data,” jelas Yusril.
Yusril menyampaikan bahwa daftar rincian pejabat yang menjadi target penyadapan masih didalami oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Sejauh ini, kata dia, penyidik sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Menko Yusril Dorong Penguatan Pengawasan Penyadapan oleh Lembaga Negara
Yusril mengimbau seluruh masyarakat tetap bersikap tenang menyikapi persoalan ini, karena sedang dan telah ditangani oleh aparat penegak hukum. Ia memastikan, siapapun yang terlibat dalam kasus ini akan diambil langkah hukum yang tegas.
Yusril menilai, persoalan penyadapan tersebut tidak berdampak langsung hingga ke daerah dan masyarakat, lantaran seluruh kasus ini terjadi di pusat. Pihak-pihak yang menjadi korban penyadapan dan intersepsi adalah presiden, para pejabat negara, pejabat tinggi, dan lainnya.
“Namun, kita tetap harus menjaga kewaspadaan, tetapi jangan sampai hal ini membuat kita terlalu khawatir. Kita harus tetap membangun keyakinan bahwa pemerintah bisa mengatasi keadaan ini,” pungkas Yusril.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy