Banda Aceh, Line1News – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pemerintah sepakat melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan warga di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, untuk mengungkap pihak yang terlibat dan bertanggung jawab. Pemerintah juga memastikan akan menempuh upaya penegakan hukum terhadap kasus tersebut.
“Dari pihak pemerintah sendiri sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan akan dilakukan satu upaya penegakan hukum terhadap kasus ini,” kata Yusril usai menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis, 5 November 2026.
Baca Juga: Ketua Forbes Aceh Kecam Keras Penembakan Terhadap Masyarakat
Menurutnya, pemerintah menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas meninggalnya satu orang warga setempat dalam peristiwa tersebut. Insiden itu juga menyebabkan beberapa warga lainnya luka-luka.
“Kami sangat prihatin dengan keadaan ini dan kita menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, dan juga kepada korban yang sekarang sedang dirawat semoga memperoleh kesembuhan,” ujar Yusril.
Baca Juga: Haji Uma Minta Polemik Bendera Segera Diselesaikan, Usut Tuntas Peristiwa Tiro Pide
Ia mengatakan, peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menangani kasus-kasus seperti ini supaya di masa akan datang tidak timbul lagi kekerasan yang mengakibatkan luka-luka dan korban jiwa.
“Saya sudah juga berbicara dengan Panglima TNI, sudah berbicara dengan Menko Polkam, dan mungkin nanti saya akan bertemu dengan Pangdam Iskandar Muda untuk memperoleh kejernihan terhadap persoalan ini,” katanya.
Baca Juga: Sejumlah Korban Peristiwa di Tiro Pidie Masih Dirawat, Begini Kondisinya
Ia menjelaskan, persoalan bendera bulan bintang sudah beberapa kali dibahas bersama Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, bahkan Ketua DPR Aceh. Termasuk juga terkait persoalan tanah wakaf Blang Padang dan Dana Otsus.
“Kemarin masalah ini dibahas dalam rapat Polkam yang diadakan tanggal 2 November lalu. Saya mendapat informasi juga pagi ini, Mualem bertemu dengan Pak Presiden Prabowo untuk mencari penyelesaian masalah bendera,” jelasnya.
Baca Juga: LBH Banda Aceh Kutuk Penembakan Warga Saat Peringatan Maulid di Tiro Pidie
Yusril menyebutkan, dirinya juga sudah berbicara panjang dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar terkait persoalan yang belum tuntas di Aceh, termasuk peristiwa di Tiro, Pidie.
“Saya ingin sekali masalah ini terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saya ingin semua Aceh damai,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy