Banda Aceh, Line1News – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, meminta polemik bendera segera diselesaikan secara tuntas agar tidak terus menjadi rutinitas insiden yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.
Pernyataan tersebut disampaikan Haji Uma menyikapi insiden bentrokan terhadap masyarakat di Gampong Pulo Kenari, Tiro, Pidie, yang dilaporkan menelan korban jiwa, Rabu, 4 November 2026.
Menurutnya, persoalan bendera tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah pusat dapat membaca gejolak yang berkembang di tengah masyarakat dan menerbitkan kebijakan yang konkret dengan mengedepankan asas otonomi daerah secara terukur dan objektif.
“Kita berharap problematika bendera ini segera dapat diselesaikan dengan objektif,” kata Haji Uma dalam keterangannya, Kamis, 5 November 2026.
Terkait adanya korban jiwa akibat tembakan senjata api, Haji Uma mendesak agar otoritas militer memeriksa petugas dan SOP yang digunakan dalam membubarkan massa. Ia mempertanyakan jenis amunisi yang digunakan, apakah peluru tajam atau peluru karet.
Haji Uma juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dari aparat keamanan dalam menangani massa agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, Haji Uma mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi situasi. Masyarakat diminta dapat memilah momentum keagamaan dengan agenda politik seperti bendera, serta tidak latah dan mudah terprovokasi dalam melakukan suatu tindakan.
Ia juga meminta unsur pemerintahan di tingkat desa untuk menjalankan tanggung jawabnya. Geuchik, Teungku Imum, Mukim, serta Tuha 4 dan aparatur struktur pemerintah desa lainnya diminta memberikan arahan dan bertanggung jawab terhadap kegiatan di desa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy