Aceh Timur Rampungkan Jalan Aspal 6.840 Meter Tahun Ini

Bupati Aceh Timur
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau progres pekerjaan jalan Gampong Keudeu Dua-Blang Siguci, Selasa 21/10/2025. Foto: Humas Pemkab Aceh Timur

Idi – Pemkab Aceh Timur bakal merampungkan pembangunan jalan aspal sepanjang 6.840 meter dalam tahun ini.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky ketika meninjau progres pekerjaan jalan Gampong Kedeu Dua-Blang Siguci di Kecamatan Darul Ihsan, Selasa, 21 Oktober 2025.

Berdasarkan laporan teknis Dinas PUPR Aceh Timur, kata Al-Farlaky, sepanjang 840 meter jalan tersebut sudah selesai diaspal, sedangkan 6.000 meter lainnya dalam tahap penyelesaian akhir.

“Pembangunan jalan ini tersebar dalam 29 paket pekerjaan, dengan dukungan sumber dana dari DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh), DBH (Dana Bagi Hasil) Sawit, DBH Migas, dan APBK,” ujarnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Timur, Kamis, 23 Oktober 2025.

Selain itu, kata dia, ada juga anggaran Rp48 miliar dari sumber tersebut untuk pembangunan jalan dan jembatan yang tersebar di berbagai kawasan Aceh Timur.

“Sebagian juga kita jemput dana APBN seperti jembatan Kampung Beusa Peureulak Rp4,5 miliar, dan jalan di Bagok Rp4 miliar,” ujar Al-Farlaky.

Selain proyek pengaspalan, Pemkab Aceh Timur juga tengah mengerjakan delapan paket pengerasan jalan, tiga paket pembangunan jembatan, dan tiga paket pekerjaan talud.

Beberapa jembatan masih dalam tahap penyelesaian abutment, dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

“Pembangunan ini adalah bagian dari capaian kerja nyata kita di lapangan. Saya ingin memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dan berkualitas,” ujar Al-Farlaky.

Dia menyebut ke depan bakal ada pola berbeda dalam pembangunan jalan. Jika satu gampong membutuhkan satu kilometer jalan, kata Al-Farlaky maka akan dibangun berdasarkan skala prioritas.

Hal itu diperlukan di tengah efesiensi anggaran dari pemerintah pusat, agar pembangunan Aceh Timur terserap di seluruh wilayah.

Selain itu, Al-Farlaky juga menerapkan pola pemetaan pembangunan agar bisa menyentuh ke berbagai pelosok Aceh Timur yang secara geografis sangat luas. Pola ini memadukan kemampuan anggaran daerah dan penjemputan progam-program nasional yang bisa dibawa pulang ke Aceh Timur.

“Ada beberapa project yang kita jemput dari nasional seperti Inpres ruas jalan Peureulak-Seneubok Pempeng dengan pagu anggaran Rp14 miliar dan [jalan] kawasan Nurussalam Rp4 miliar.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy