Jakarta – Setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan alokasi anggaran rata-rata Rp500 juta per hari dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“BGN menghadirkan pola baru, di mana 93 persen dana BGN itu disalurkan langsung ke SPPG-SPPG. Jadi, kalau ada dana Rp268 triliun, kurang lebih Rp240 triliun uang beredar dari Sabang sampai Merauke, dan setiap hari setiap SPPG menerima Rp500 juta,” ungkap Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya dilansir CNBC Indonesia, Jumat, 27 Februari 2026.
Dia lantas menyebut itu merupakan model baru karena tidak ada satu rupiah pun uang yang disalurkan dari pusat ke pemerintah daerah.
Jumlah SPPG di wilayah tertentu akan menentukan jumlah dana berputar di daerah itu. Semakin banyak unit layanan akan semakin besar uang yang beredar dalam satu hari.
Baca juga: Program MBG Ambil Alokasi Anggaran Pendidikan Rp223 Triliun
Hingga sekarang, dana yang beredar mencapai kurang lebih Rp36 triliun. Menurut BGN, perputaran dana besar di awal tahun ini menjadi penggerak ekonomi karena langsung menyasar belanja bahan pangan dan operasional.
Program MBG disebut memberikan dampak langsung pada sektor produksi daerah. Sebab produk lokal dijamin penyerapannya oleh negara
Sebagai informasi, kenaikan serapan produksi tersebut berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125 persen, dari sebelumnya 102 persen.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy