Anggota BAIS Ditangkap Brimob Saat Kerusuhan Demo, Ini Kata Wakil Panglima TNI 

Wakil Panglima TNI
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Tempo.co

Jakarta – Video dan foto penangkapan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh polisi beredar di dunia maya. Di antaranya ada anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Angkatan Darat, yang diduga menjadi salah satu provokator kerusuhan demonstrasi dalam beberapa hari terakhir di Jakarta.

Tribunnews.com melansir sebuah foto yang menampilkan anggota Brimob berseragam lengkap bersama seorang pria mengenakan kaos polo hijau tua memakai ransel.

Dalam foto itu, pria berpakaian sipil itu tampak sedang mengangkat telepon. Pria tersebut dituding sebagai anggota Bais berpangkat Mayor Infanteri berinisial SS. Di foto itu, anggota Brimob tampak memamerkan sebuah kartu identitas, diduga milik pria tersebut. Dari kartu itu, tercantum keterangan “Badan Intelijen Strategis” yang menandakan asal satuan pria yang diduga anggota TNI itu.

Selain itu, beredar pula video yang diunggah sebuah akun X. Video ini diambil dari kamera pemantau atau CCTV. Video berdurasi 37 detik itu menampilkan seseorang yang berupaya membakar bangunan fasilitas umum yang terletak di pinggir jalan.

Sementara itu, laporan Tempo.co menyebutkan, sejumlah perwira polisi membenarkan soal video serta foto tersebut. Mereka juga membenarkan adanya dugaan anggota Bais dan TNI yang terlibat memprovokasi massa. Satu di antaranya tertangkap saat mencoba membakar stasiun pengisian bahan bakar khusus di samping Mabes Polri.

Baca juga: Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Wakil Panglima TNI dan Kukuhkan Enam Kodam Baru

Dikutip dari Tirto.id,  Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan pihak yang menangkap anggota BAIS seharusnya tidak menyebarluaskan informasi tersebut.

“Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen,” kata Tandyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Tandyo mengklaim peran TNI dalam proses pengamanan kerusuhan saat aksi demonstrasi akan meringankan tugas kepolisian. Dia memastikan TNI bertugas sesuai dengan mandat dari Presiden Prabowo Subianto, dalam hal ini mengikuti konstitusi yang berlaku.

“Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya. Itu kita ikut mereka (Polri),” kata Tandyo.

Sebelumnya, Kepala Bais TNI Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo membantah kabar anak buahnya terlibat dalam pembakaran fasilitas umum saat aksi demonstrasi. “Tidak benar,” kata Yudi pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Terpisah, Kapuspen TNI Brigjen Mar Freddy Ardianzah mengklarifikasi dugaan adanya anggota TNI yang menjadi provokator dan ditangkap polisi saat aksi demonstrasi Sabtu, 30 Agustus 2025.

Freddy menegaskan, kabar yang beredar terkait adanya anggota TNI yang diduga menjadi provokator adalah bohong dan menyesatkan.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada anggota TNI yang ditangkap Polri maupun menjadi provokator dalam peristiwa tersebut. Itu narasi bohong dan menyesatkan,” kata Freddy dalam keterangan pers pada Minggu (31/8/2025).[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy