Banjir Landa 3 Kabupaten di Barsela, Seorang Remaja Meninggal Dunia

Banjir di Aceh Jaya Senin 20 Oktober 2025
Banjir di Aceh Jaya, Senin 20 Oktober 2025. Foto: Humas BPBA

Meulaboh – Tiga kabupaten di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) dilanda banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dan berdurasi lama. Ketiga kabupaten tersebut Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan, tiga kecamatan di Aceh Barat yakni Meureubo, Bubon, dan Johan Pahlawan terendam banjir, pada Senin, 20 Oktober 2025.

Selain menggenangi rumah-rumah warga dan badan jalan, banjir menyebabkan seorang remaja bernama Mujibur Rahmat, 16 tahun, ditemukan meninggal dunia akibat hanyut terseret arus di Gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan.

Baca juga: Plafon RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh Ambruk Akibat Hujan Deras

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melaporkan air naik ke badan jalan di Gampong Pasie Mesjid dan Gampong Ateung Teupat.

Petugas BPBD Aceh Barat melakukan pemantauan di 12 Kecamatan, pendataan, dan koordinasi dengan pihak terkait. BPBD bersama tim gabungan juga melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Di Nagan Raya, hujan lebat sempat menyebabkan Gampong Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya, terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dan air dilaporkan mulai berangsur surut.

Banjir Aceh Barat Senin 20 Oktober 2025
Banjir Aceh Barat, Senin 20 Oktober 2025. Foto: Humas BPBA

5.402 Warga Terdampak

Di Aceh Jaya, 5.402 warga dari 1.776 keluarga terdampak banjir yang melanda delapan kecamatan pada Senin, 20 Oktober 2025.

Delapan kecamatan tersebut yaitu Panga, Darul Hikmah, Setia Bakti, Teunom, Pasie Raya, Krueng Sabee, Jaya, dan Sampoiniet.

Banjir disebabkan hujan deras sejak Sabtu dini hari, 18 Oktober 2025, menyebabkan meluapnya beberapa sungai.

Akibatnya, kawasan permukiman dan perumahan, serta akses jalan tidak bisa dilalui. Warga yang terkena dampak banjir harus mengungsi secara mandiri ke kerabat atau saudara.

BPBD Aceh Jaya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat bersama Damkar untuk meninjau lokasi, melakukan pendataan awal, dan membantu warga terdampak.

Baca juga: 11 Gampong di Aceh Selatan Terendam Banjir

Hingga Senin pagi, air masih menggenangi beberapa kawasan namun di sebagian daerah mulai surut.

Plh Kepala pelaksana BPBA Aceh Abd Aziz menyebut banjir menyebabkan 34 desa terendam air di Aceh Jaya.

“Saat ini warga masih memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Kami mengimbau kepada masyarakat agar antisipasi dan tetap waspada dengan bencana banjir di beberapa titik di wilayah Aceh Jaya,” ujar Aziz dalam keterangannya, Senin.

Banjir Aceh Jaya
Banjir Aceh Jaya. Foto: Humas Pemkab Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya Safwandi saat memimpin rapat darurat di kantor BPBD Aceh Jaya Senin pagi meminta setiap instansi bergerak cepat.

“Kita harus siaga penuh, karena curah hujan masih tinggi dan debit air di beberapa wilayah belum stabil,” ujarnya.

Selain memimpin rapat, Bupati Safwandi juga meninjau langsung wilayah Pasie Raya dan Teunom. Ia melaporkan jalan lintas utama di kawasan Teunom–Pasi Raya masih aman dilalui warga.

“Di Panga sempat terjadi peningkatan air di Babah Ceupan, tetapi alhamdulillah hari ini sudah menurun. Namun, di wilayah Pulo Tinggi dan Krueng Beukah, air kemungkinan akan meningkat siang hingga sore nanti.”

BPBD Aceh Jaya mencatat sejumlah kebutuhan mendesak untuk penanganan pascabanjir, antara lain pembangunan tanggul pengendali banjir, perkuatan tebing sungai, jetty di muara sungai, serta pengerukan saluran air dan sungai di titik-titik rawan.

Safwandi menegaskan Pemkab Aceh Jaya akan menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan langkah konkret, termasuk mengidentifikasi infrastruktur pengendali banjir yang perlu segera diperbaiki dan mengajukan dukungan ke pemerintah provinsi maupun pusat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy