Perkuat Karakter Islami, Cara Peukan Bada Segarkan Semangat Pelayanan Aparatur Desa

Pembukaan Beut Kitab aparatur desa Kec Peukan Bada
Camat Peukan Bada, Salamuddin ZM, S.E., menyampaikan sambutan saat membuka Beut Kitab bagi keuchik, aparatur gampong, dan masyarakat umum, di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (17/7/2026). Foto: MC Aceh Besar

Jantho, Line1News – Pelayanan publik bukan sekadar urusan berkas dan meja birokrasi, melainkan juga tentang ketulusan hati. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, menggelar pengajian Beut Kitab bagi para keuchik, aparatur gampong, hingga masyarakat umum.

Langkah pembinaan keagamaan ini sengaja dihadirkan untuk memperkuat akhlak sekaligus menyegarkan kembali semangat pelayanan publik yang berintegritas. Pengajian perdana berlangsung khidmat di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada, Jumat, 17 Juli 2026.

Agenda Rutin Dua Kali Sebulan

Camat Peukan Bada, Salamuddin ZM, yang membuka kegiatan menjelaskan bahwa pengajian ini bukan sekadar acara seremonial sekali jalan, melainkan agenda berkala. Untuk memperkaya pemahaman spiritual peserta, materi keagamaan diisi langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kecamatan Peukan Bada, Teungku H. Syamsuddin. Pembahasan akan difokuskan pada penguatan akhlak, adab memimpin, serta besarnya tanggung jawab seorang pelayan masyarakat.

“Pengajian ini diikuti seluruh unsur aparatur gampong se-Kecamatan Peukan Bada. Kegiatan akan dilaksanakan secara rutin dua kali setiap bulan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi aparatur,” ujarnya, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Barat pada Sabtu (18/7).

Fondasi Karakter Aparatur Desa

Salamuddin menegaskan, pembinaan melalui Beut Kitab merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemkab Aceh Besar dalam melahirkan aparatur yang kompeten sekaligus berkarakter islami. Sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan warga sehari-hari, perangkat desa dinilai sangat membutuhkan bekal nilai keagamaan yang kuat agar mampu menjaga amanah dengan baik.

“Kami berharap pengajian ini mampu meningkatkan kualitas keimanan aparatur, membentuk akhlak yang baik, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, pemerintahan gampong yang bersih, berintegritas, dan profesional dapat terus terwujud,” kata Salamuddin.

Jembatan Silaturahmi dan Sinergi

Lebih dari sekadar ruang belajar dan mendalami isi kitab, momen berkumpulnya para perangkat desa ini juga berfungsi sebagai ruang sosial. Melalui pengajian, hubungan antaraparatur diharapkan menjadi lebih dekat, harmonis, serta mempermudah sinergi dalam membangun masyarakat yang religius.

Program Beut Kitab bagi aparatur gampong ini merupakan salah satu pilar pembinaan yang terus didorong Pemkab Aceh Besar guna membumikan nilai-nilai syariat Islam di lingkungan pemerintahan. Jalannya pembukaan kegiatan turut disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peukan Bada beserta para tamu undangan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy