12 Desa di Matangkuli Sempat Terendam

BPBD Aceh Utara Siaga dan Rilis 5 Panduan Hadapi Banjir

Mulyadi Kabid BPBD Aceh Utara dengan seragam dinas cokelat dan rompi krem berdiri di jembatan memantau tumpukan sampah bambu di sungai yang keruh.
Pantau Titik Rawan: Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Aceh Utara, Mulyadi, meninjau langsung grafik kenaikan debit air sungai dan material sampah yang menyumbat aliran air di Parang Sikureueng, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Senin (26/10/2026). Foto: Dok. BPBD Aceh Utara

Aceh Utara, Line1News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan tingkat tinggi. Langkah antisipatif ini merespons peringatan dini dari BMKG mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang memicu ancaman banjir luapan di sejumlah titik rawan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Aceh Utara, Mulyadi, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk memantau situasi secara real-time.

“Berdasarkan informasi peringatan dini dari BMKG, kondisi Aceh Utara masih berpotensi hujan dan dapat menimbulkan kemungkinan banjir. Beberapa desa sempat mulai dimasuki air, namun tim kami sudah turun ke lapangan dan memantau air mulai berangsur surut,” kata Mulyadi dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2026.

Mulyadi berharap curah hujan di kawasan hulu terus berkurang sehingga genangan air dapat cepat surut dan tidak meluas ke pemukiman lain. Kendati demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba.

Berikut adalah rekam jejak sebaran wilayah banjir dan panduan keselamatan resmi dari BPBD Aceh Utara:

Peta Wilayah Terdampak Banjir Luapan

Curah hujan tinggi di kawasan hulu pada Minggu (25/10/2026) sempat mengakibatkan Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap. Dampaknya, 12 gampong (desa) di Kecamatan Matangkuli terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter yang ikut menggenangi sejumlah badan jalan.

Daftar 12 gampong terdampak meliputi:

• Gampong Leubok Pirak
• Gampong Pante Pirak
• Gampong Beuringen Pirak
• Gampong Ceubrek Pirak
• Gampong Munye Pirak
• Gampong Siren
• Gampong Tanjong Haji Muda
• Gampong Lawang
• Gampong Alue Thoe
• Gampong Hagu
• Gampong Punti Matangkuli
• Gampong Tumpok Barat

Update Kondisi: Berdasarkan pantauan langsung BPBD pada Senin (26/10/2026), genangan air di beberapa wilayah yang sempat terdampak tersebut dilaporkan sudah mulai berangsur surut.

5 Instruksi Keselamatan Resmi BPBD Aceh Utara

Guna meminimalisasi risiko material maupun korban jiwa, BPBD merilis lima poin arahan strategis untuk dipatuhi warga:

1. Pantau Kanal Resmi: Selalu perbarui informasi perkembangan cuaca secara berkala dari sumber kredibel seperti BMKG dan BPBD agar terhindar dari penyebaran kabar bohong (hoaks).

2. Batasi Aktivitas Luar Rumah: Kurangi mobilitas keluarga, terutama anak-anak, di ruang terbuka saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir.

3. Putus Aliran Listrik: Segera matikan instalasi listrik apabila terjadi petir atau saat air luapan banjir mulai merangsek masuk ke pekarangan rumah guna mencegah korsleting fatal.

4. Waspada Jalur Transportasi: Pengendara diminta ekstra hati-hati terhadap ancaman pohon tumbang dan genangan air tinggi di jalan raya. Sementara bagi nelayan atau masyarakat pesisir, wajib memantau kondisi angin serta tinggi gelombang sebelum memutuskan melaut.

5. Ikhtiar dan Doa Bersama: Mulyadi juga mengajak warga mengimbangi kesiapsiagaan fisik dengan memperbanyak doa bersama, serta melakukan sosialisasi mitigasi bencana di masjid atau meunasah seusai pelaksanaan salat berjemaah agar terhindar dari marabahaya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy