Jantho – Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharam menghadiri buka puasa bersama guru dan santri Dayah Misbahul Fata, Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Syech Muharram datang ke Kompleks Dayah Misbahul Fata didampingi Camat Darul Imarah M Basir. Di sana, mereka disambut hangat oleh Pimpinan Dayah Misbahul Fata Teungku Muhammad Yusuf Z atau Abu Lamreung, bersama para pimpinan dayah lainnya beserta para santri dan tokoh masyarakat.
Seiring kedatangan Syech Muharram, para tamu kian ramai hadir di kompleks dayah. Mereka duduk berbaris rapi di atas tikar yang telah disiapkan, menunggu sirene tanda waktu berbuka puasa berbunyi.
Hidangan berbuka telah tersusun rapi, terdiri dari aneka takjil khas Aceh seperti kuah beulangong, timphan, dan kurma, serta minuman segar yang siap melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Sebelum berbuka, Syech Muharram berbincang akrab dengan Abu Lamreung dan para tamu lainnya. Sesekali, ia melontarkan senyum dan menyapa santri yang duduk berdekatan dengannya.
“Momen seperti ini sangat berharga. Kebersamaan dalam berbuka puasa di lingkungan dayah mengingatkan kita akan nilai-nilai kebersahajaan dan kebersamaan dalam Islam,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran Dayah Misbahul Fata dalam mendidik generasi muda Aceh.
“Dayah memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan keilmuan anak-anak kita. Pemerintah Aceh Besar akan terus berupaya mendukung pendidikan dayah agar tetap menjadi pilar utama dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlak,” ujar Syech Muharram.
Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat pesantren.
Kegiatan seperti itu menurutnya bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Insya Allah, dengan kebersamaan, kita dapat membangun Aceh Besar yang lebih baik dan sejahtera.”
Abu Lamreung berterima kasih atas kehadiran bupati dan rombongan. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap pendidikan dayah.
“Dukungan seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membina generasi muda yang berakhlak dan berilmu,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan baik antara dayah dan pemerintah terus terjalin. Menurutnya, dayah bukan hanya tempat menuntut ilmu agama tetapi juga tempat menempa karakter generasi penerus bangsa.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga untuk kemajuan umat.”
Setelah berbuka, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah lalu diisi dengan tausiah dan diskusi ringan mengenai peran dayah dalam membangun moral dan pendidikan generasi muda Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy