Syamsiah Ismail dan penghargaan MURI. Foto: Dokumen Pribadi
Lhokseumawe – Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Lhoksemawe, Syamsiah Ismail, meraih penghargaan dan tercatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penulis Pantun Karmina Tingkat Asean pada Festival Pantun Nusantara 2024. Pantun Karmina karya Buk Sam–sapaan akrab Syamsiah–lolos kurasi dan masuk dalam Antologi Karmina Asean bersama 1.276 penulis lainnya.
Buk Sam menceritakan awal mula ia mengikuti festival tersebut. Sebelum festival, kata Buk Sam, digelar pelatihan penulisan dan penerbitan buku Pantun Budaya Nusantara, Karmina Asean, dan Karmina Pelajar Asean, sejak Maret hingga September 2024.
Pelatihan menulis Pantun Karmina tingkat Asean dimulai 12-19 Mei 2024 via Zoom Meeting. Pesertanya sekira 1.700 penulis dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. “Narasumbernya Datok Asrizal Nur, Sam Mukhtar Chaniago, dan Mohd Rosli,” ujar Buk Sam kepada Line1.News, Rabu, 25 Desember 2024.
Setelah itu, pelatihan dilanjutkan melalui grup WhatsApp hingga September 2024. “Grup WhatsApp tersebut antara lain Aceh, Riau, Sumatra Barat, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Sulawesi, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.
Setelah itu, Pantun-pantun Karmina karya penulis diseleksi hingga yang lolos kurasi hanya 1.277 penulis dan dihimpun dalam Antologi Karmina Asean.
“Saya sebagai Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe yang lolos kurasi untuk Provinsi Aceh. Selebihnya guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang berasal dari Aceh Utara, Bireuen, Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Banda Aceh,” ungkap Buk Sam.
Dia tertarik mengikuti pelatihan Pantun Karmina karena selama menulis dan memenangkan sayembara menulis nasional atau daerah, tak pernah ada event menulis pantun, khususnya Pantun Karmina.
“Pantun Karmina yang terdiri dari dua baris masih awam di tengah masyarakat. Umumnya dikenal pantun empat baris. Adanya program tersebut dapat menambah wawasan dalam merawat sastra lama. Terlebih saya sebagai alumnus pascasarjana Bahasa dan Sastra Indonesia Unsyiah,” ujar Buk Sam.
Para peserta Festival Pantun Nusantara diinapkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Barat. Acara berlangsung pada 21-22 Desember 2024 di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Hari pertama diadakan pawai pantun yakni parade pakaian adat oleh setiap peserta yang mengenakan baju khas daerah masing-masing lengkap dengan aksesorisnya. Demikian juga peserta dari lima negara lain. Pawai dimulai dari Anjungan Riau bergerak mengitari anjungan lainnya di area TMII.
Pawai pantun itu, sebut Buk Sam, dimeriahkan Marching Band Genta Buana Anjungan Riau. Selain itu, acara diisi berbalas pantun dan peragaan busana adat diwakili masing-masing daerah. Peserta kemudian dijamu makan malam ala Anjungan Riau. Adapun acara resminya dibuka pada Sabtu malam, 21 Desember 2024, oleh penggagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas).
Di hari kedua, tambah Buk Sam, sejak pagi hingga siang peserta dibebaskan menikmati area TMII. Bakda Zuhur berlanjut Seminar Pantun Internasional dengan tema ‘Menjunjung Pantun Menjulang Budaya’. Pembicaranya Profesor Datok Perdana (Indonesia), Suraidi Sipan (Singapura), dan Maskiah Masrom (Malaysia), dimoderatori Syafiq Zulakifli (Malaysia). Acara dimulai dengan sambutan pemimpin Perruas dan Zufikar (Kepala anjungan Riau).
Puncak Festival Pantun Nusantara 2024 berlangsung pada Minggu malam, 22 Desember, di Gedung Sasono Lengen Budoyo TMII. Diawali sambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon berlanjut ke Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berpantun, peluncuran buku Antologi Karmina Asean, Karmina Pelajar, dan Pantun Mutiara Budaya Nusantara.
Terakhir, penyerahan piagam dan medali dari MURI kepada peserta dengan berbagai katagori penilaian lomba kepenulisan. “Rasanya seperti menerima kado spesial di Hari Ibu tahun ini,” ujar Buk Sam menggambarkan perasaan saat menerima penghargaan tersebut.
Penghargaan Rekor MURI Syamsiah Ismail
Acara puncak berlangsung meriah dengan penampilan panggung Dramatisasi Karmina. Para penulis Pantun Karmina termasuk Buk Sam tampil bersama bermain drama dengan gerak dan dialog kocak bergaya pantun, disutradarai oleh Willy dan dimeriahkan oleh lagu Pantun.
Tampil memukau Orasi Pantun oleh Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri yang bergelar Datuk Seri Pujangga Utama. Seorang penyair kontemporer terkenal kelahiran Riau, 24 Juni 1941, Rida K Liamsi, Sastrawan dan Budayawan Melayu ikut mengisi acara berpantun.
Prestasi Pantun Tingkat Asean
Menurut Buk Sam, pantun merupakan salah satu kekayaan bangsa tak berbenda yang telah diakui dunia. Event tersebut, kata dia, menjadi ajang besar sebagai upaya memperkenalkan pantun di mata anak-anak dan remaja Indonesia.
“Sebab itu, ada peluncuran Antologi Karmina Pelajar Asean. Bagi saya pribadi, ini momen pertama kali keluar dari zona nyaman mencari pengalaman menulis sastra lama dan berkumpul dengan penikmat budaya Melayu serumpun,” ujarnya.
Acara besar yang digelar Perruas itu, kata Buk Sam, minim sponsor dan anggaran. Peserta datang dengan dana pribadi tapi tak mengurangi semangat mereka untuk berkumpul menyambut launching karya sastra lama. “Terlebih bagi saya dan umumnya guru se-Indonesia bangga dan bahagia menikmati liburan semester ganjil dengan prestasi tingkat Asean.”
Bagi Buk Sam sendiri, menulis berawal dari mimpi lalu ia mengubahnya menjadi prestasi tiada henti. “Selain itu, M-M=O (menulis tanpa membaca sama dengan omong kosong), dan ada di mana-mana, tapi tak ke mana-mana.”
Dan inilah, sebagian pantun karya Buk Sam yang termuat di halaman 154 Antologi Karmina Asean.
Beli sepatu di toko Jawa Janganlah begitu aku kecewa
Anak cucu ada empat Tertawa lucu di sinilah tempat.[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy