Banda Aceh – Majelis Seniman Aceh atau MaSA akan menggelar Perayaan Hari Internasional Laksamana Keumalahayati kedua pada Jumat malam, 27 Desember 2024, di Taman Senin dan Budaya Banda Aceh. Di perayaan yang dijadwalkan dihadiri Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA itu, akan ditampilkan sejumlah pementasan seni dan budaya.
Perayaan yang dimulai pukul 20.00 waktu Aceh itu ditampilkan teater ‘Laksamana Perempuan Pertama Kemalahayati’ yang naskahnya ditulis Thayeb Loh Angen, Moritza Thaher, Ampon Yan. Para pelakon yang tampil antara lain penyanyi legendaris Aceh Cut Aja Rizka, Adek Hanafi Lataikam, Medya Hus, Nur Maida Atmaja, dan para pesilat dari Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Aceh pimpinan Ira Hadiati.
Acara yang disiarkan langsung di channel YouTube Banz Kana TV tersebut, juga menampilkan Seudati Inong dari Sanggar Lempia, penyanyi Lea Amalia dari Kasga Record, baca puisi oleh Nur Maida Atmaja, baca hikayat dari Syeh Nu Gampa dan Mahdalena, serta monolog tentang Laksamana Keumalahayati oleh Zikrayanti. Di acara itu, Cut Aja Rizka juga bakal menyenandungkan lagu Malahayati karya Thayeb Loh Angen, Moritza Thaher, Cut Aja Rizka, Erlinda Sofyan.
Selain itu, kata Ketua Umum MaSA Chairiyan Ramli, di acara juga ada penyerahan lukisan karya pelukis dari beberapa negara. Panitia juga memberikan penghargaan Anugerah Laksamana Keumalahayati kepada tiga orang.
“Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menyukseskan acara ini. Kami berterima kasih kepada semua pendukung. Terima kasih kepada rekan-rekan media massa,” ujar Chairiyan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Desember 2024.
Perayaan Internasional Laksamana Keumalahayati yang bertajuk ‘Titian Masa Laksamana Keumalahayati’ awalnya direncakan pada 1 Januari 2025, tapi dipercepat ke 27 Desember 2024, untuk menyamakan waktu dengan kunjungan peserta perwakilan Unesco.
“Untuk tetap menepati peringatan sesuai hari lahir Laksamana Keumalahayati, maka pada 1 Januari 2025 panitia mengadakan acara lanjutan dan pembubaran kepanitiaan. Perayaan tersebut pengingat Hari lahir Laksamana Keumalahayati ke-474, 1 Januari 1550 – 1 Januari 2025,” ungkap Chairiyan.
Tahun lalu, MaSA menggelar Perayaan Internasional Hari lahir Laksamana Keumalahayati ke-473 di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Banda Aceh, Senin malam, 1 Januari 2024. Dasar acara tersebut adalah penetapan hari lahir Laksamana Malahayati 1 Januari 1550 oleh Unesco sebagai Hari Perayaan Internasional. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Umum ke-42 Unesco Rabu, 22 November 2023, di Paris, Prancis. Di antara negara pendukungnya adalah Rusia, Turkiye, Malaysia, Thailand, Togo.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy