Banda Aceh, Line1News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada periode 29 hingga 31 Oktober 2026. Dinamika atmosfer yang fluktuatif memicu peningkatan drastis intensitas curah hujan di kawasan Serambi Mekah.
Berdasarkan siaran pers resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh yang diterbitkan pada Kamis, 29 Oktober 2026, hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi berpotensi terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, dan Kota Sabang.
Sementara itu, wilayah lain seperti Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Simeulue, dan Nagan Raya juga dibayangi potensi hujan intensitas sedang yang disertai kilat dan angin kencang.
Kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman
BMKG menjelaskan bahwa lonjakan potensi hujan lebat ini dipicu oleh terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91B di wilayah Laut Andaman Utara Aceh pada Kamis (29/10/2026) dini hari pukul 01.00 WIB.
Sistem sirkulasi udara ini terpantau berada di titik koordinat 7,9 derajat Lintang Utara dan 97,0 derajat Bujur Timur. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat pusaran tercatat mencapai 25 knot atau berkisar 46 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum berada di angka 1.009 hPa.
Bibit Siklon Tropis 91B diproyeksikan bergerak stabil ke arah barat hingga barat laut, menjauhi wilayah teritorial Indonesia. Kendati demikian, peluang bibit siklon ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis utuh dalam kurun waktu 24 jam ke depan masih berada pada kategori sedang.
Gelombang Kelvin dan Suhu Laut Hangat Picu Pasokan Uap Air
Di samping faktor bibit siklon, aktivitas konvektif awan hujan di langit Aceh diperkuat oleh aktifnya Gelombang Kelvin serta terbentuknya daerah belokan angin dan konvergensi (pertemuan massa udara). Kondisi atmosfer ini diperparah oleh suhu muka laut perairan Aceh yang hangat berkisar antara 29 hingga 31 derajat Celsius, serta tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi di seluruh lapisan atmosfer.
Kombinasi fenomena meteorologi tersebut meningkatkan suplai uap air secara masif di wilayah Aceh, sehingga mempercepat pertumbuhan awan-awan hujan konvektif (Cumulonimbus). Selain ancaman di darat, BMKG turut memperingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berisiko terjadi di wilayah Selat Malaka bagian utara.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak buruk cuaca ekstrem yang rentan memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir luapan, tanah longsor di kawasan perbukitan, banjir bandang, hingga ancaman pohon tumbang akibat hempasan angin kencang. BMKG mengingatkan bahwa tingkat risiko bencana dapat bervariasi bergantung pada indeks kerawanan geografis masing-masing daerah.
Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap tenang, namun senantiasa memperbarui informasi cuaca dan mengambil langkah-langkah mitigasi antisipatif guna menjamin keamanan aktivitas sehari-hari.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy