Demo di Lhokseumawe Berlangsung Damai, Danrem Ali Imran Puji Mahasiswa

Danrem Ali Imran bercanda bersama mahasiswa yang berunjuk rasa di DPRK Lhokseumawe
Danrem Ali Imran bercanda bersama mahasiswa yang berunjuk rasa di DPRK Lhokseumawe. Foto: Penrem Lhokseumawe

Lhokseumawe – Danrem Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menyampaikan apresiasi atas aksi unjuk rasa mahasiswa di Lhokseumawe. Ia menyebut aksi tersebut sebagai penyampaian aspirasi yang positif dan membangun.

Sebelumnya, Ali Imran meminta seluruh personel TNI dan Polri yang bertugas mengamankan demonstrasi untuk bersikap profesional, waspada, dan mengutamakan pendekatan persuasif.

“Waspada harus, namun kita jangan terprovokasi dan utamakan pendekatan, sehingga kegiatan berjalan aman dan terkendali,” ujarnya saat memberikan arahan kepada personel gabungan di Gedung DRPK Kota Lhokseumawe, Senin, 1 September 2025, sebelum unjuk rasa berlangsung sekira pukul 07.00 waktu Aceh.

Menurut Ali Imran, para mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi dan masukan untuk pemerintah. “Tujuannya untuk kepentingan bersama dan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Lhokseumawe baru dimulai sekira pukul 11.30.  Para mahasiswa berjalan kaki dari Museum Lhokseumawe menuju DPRK Lhokseumawe.

Di sana, mahasiswa duduk di tengah jalan sambil melihat beberapa rekan mereka berorasi. Mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan, di antaranya reformasi Polri dan pencopotan Kapolri.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Demonstrasi di DPRK Lhokseumawe, Minta Kapolri Dicopot

Setelah itu mereka mendengarkan tanggapan Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar. Di kesempatan itu, Sayuti dan Ketua DPRK Faisal ikut meneken tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Sementara Danrem Ali Imran saat menemui mahasiswa mengajak mereka tidak terprovokasi.

“Persilakan melakukan aksi orasi, namun saya mengimbau kepada adik-adik mahasiswa jangan sampai terprovokasi dengan orang yang tidak ingin kedamaian, ajakan yang tidak benar, sehingga menimbulkan anarkis,  dapat merugikan kita bersama,” ujarnya.

“Tunjukkan kedamaian di daerah kita, bahwa Aceh itu damai dan aman. Saya orang Aceh, mari kita bersama membangun Aceh tercinta ini.”

Situasi di lokasi demo sendiri berlangsung damai. Sekira pukul 13.30, para mahasiswa bersama-sama membubarkan diri meninggalkan kantor DPRK Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy