Dosen ASN Aceh ke Jakarta Ikut Demo Tuntun Tukin di Depan Istana Negara

Aksi solidaritas Dosen Unimal
Aksi solidaritas Dosen Unimal meminta pembayaran Tukin yang tertunggak sejak 2020, Senin, 20 Januari 2025. Foto: Istimewa

Jakarta – Koordinator Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) Aceh, Hamdani, mengatakan sebanyak lima dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) dari beberapa perguruan tinggi negeri di Aceh telah berangkat ke Jakarta.

Di sana, mereka akan bergabung dengan Adaksi untuk berunjuk rasa di depan Istana Negara pada Rabu, 5 Februari 2025. Demonstrasi itu digelar untuk menuntut kejelasan pembayaran tunjangan kinerja (tukin) yang belum diterima sejak 2020.

Para dosen itu tiba di Jakarta kemarin, Minggu, 2 Februari 2025. Mereka berangkat dengan dana pribadi. Hamdani menyebut keberangkatan mereka didukung oleh seluruh dosen ASN di Aceh.

Tukin dosen ASN di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) belum dibayarkan sejak 2020. Sedangkan tukin dosen ASN di kementerian lain telah dibayarkan selama 12 tahun terakhir.

Baca juga: Perpres Terbit, Tukin Dosen ASN Dibayarkan 2025

“Sampai saat ini, penjelasan Kemendiktisaintek sendiri dalam sosialisasi disebutkan, uang tukin Rp2,5 triliun yang disebut-sebut di media itu tidak ada. Tidak jelas bentuknya. Itu pernyataan kementerian sendiri,” ujarnya kepada Line1.News, Senin, 3 Februari 2025.

Seharusnya, kata Hamdani, seluruh dosen ASN di perguruan tinggi Indonesia menerima tukin sesuai regulasi. “Kalau kementerian lain bisa, kenapa kami tidak bisa? Kenapa kami diskriminatif? Ini harus diperjelas,” ujarnya.

Hamdani juga menilai tidak ada upaya serius dari kementerian untuk memastikan pembayaran tunjangan kinerja sejak 2020. “Kami harap presiden bisa menerima perwakilan dosen dan mendengar langsung kondisi riil dari para dosen.”

Baca juga: Dosen Unimal Demo dalam Kampus, Minta Presiden Prabowo Bayar Tukin

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M Simatupang memastikan tukin 2025 untuk dosen akan dibayarkan. Kemendiktisaintek telah mengajukan permohonan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kemendikti Saintek pada 23 Januari 2025.

Setelah tambahan anggaran disetujui, langkah selanjutnya adalah menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres). “Ketua Banggar (DPR RI) menyampaikan Rp2,5 triliun, saat ini menunggu Perpres-nya, ada di surat ke pimpinan PTN yang dibocorkan ke media sosial,” ujar Togar pada Jumat, 31 Januari 2025.

Sementara pada Senin, 20 Januari 2025, lebih dari 20 orang dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar unjuk rasa di dalam kampus tersebut, meminta Presiden Prabowo membayar tukin mereka yang tertunggak sejak 2020.

Mereka juga meminta tukin ASN dan tunjangan profesi dosen harus dipisahkan secara jelas. Sebab, kata mereka, tunjangan profesi dosen diberikan kepada seluruh dosen yang sudah tersertifikasi termasuk dosen di perguruan tinggi swasta.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy