Lhokseumawe – Dewan Perkwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe meminta PT Pema Global Energi (PGE) segera memperbaiki saluran rusak di bawah jalan jalur pipa gas (line pipa). Dampak kerusakan saluran itu menyebabkan lahan milik warga di Desa Seuneubok, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, tergenang air hingga berubah seperti waduk sejak Desember 2024 lalu.
Merespons hal itu, pihak PGE kepada DPRK Lhokseumawe berjanji akan memperbaiki saluran yang rusak tersebut. Janji itu disampaikan pihak PGE saat memenuhi surat undangan pertemuan dengan DPRK Lhokseumawe di ruang rapat paripurna dewan, Kamis, 23 Januari 2025.
Pertemuan itu dipimpin Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe, Said Fachri, didampingi Ketua Komisi A Fauzan, Sekretaris Komisi A Sayed Fakhri, dan Wakil Ketua Komisi C Yusuf A. Turut hadir anggota Komisi A dan Komisi C DPRK, Camat Blang Mangat Safriadi, Ketua Komite SD Negeri 11 Seuneubok, Blang Mangat Akmal yang juga mantan anggota DPRK Lhokseumawe, keuchik dan tokoh masyarakat Desa Seuneubok. Dari PGE dihadiri Bustami bersama timnya.
Camat Tiga Kali Surati PGE
Sebelumnya, Camat Blang Mangat Safriadi sudah tiga kali menyurati Pimpinan PGE sejak awal Desember 2024, dan terakhir pada 14 Januari 2025. Dalam surat terakhir, Camat Safriadi menyampaikan kepada Pimpinan PGE bahwa, “Kami dapati adanya kerusakan/pecahnya saluran bawah jalan milik PGE di Gampong Seuneubok Kecamatan Blang Mangat yang mengakibatkan amblasnya sebagian bahu jalan serta terganggunya saluran pembuangan air sehingga lahan milik warga tergenang”.
“Kami tidak tahu pasti yang rusak saluran bawah jalan atau ada jaringan pipa gas,” tulis Camat Safriadi dalam surat itu. Jalan milik PGE dimaksud Safriadi adalah jalan jalur pipa gas yang merupakan aset negara dan saat ini berada di bawah tanggung jawab PGE sebagai perusahaan pengelola Wilayah Kerja/Blok B di Aceh Utara.
Dalam surat tersebut, Camat Safriadi juga mengungkapkan hasil pantauan di lapangan pada 14 Januari 2025, pihaknya melihat genangan air semakin banyak, membuat warga sekitar resah. Selain itu, air juga menggenangi fondasi rumah salah satu warga. “Bahkan wali murid yang anaknya bersekolah di SD Negeri 11 Seuneubok meminta sekolah untuk diliburkan karena mereka khawatir sewaktu-waktu saluran yang rusak tersebut akan jebol oleh air dan airnya akan mengalir dengan deras ke bangunan SD tersebut yang akan menyebabkan bencana”.
“Berkenaan hal tersebut, kami harap untuk ketiga kalinya agar Saudara (Pimpinan PGE) dapat segera mengecek permasalahan tersebut dan memperbaikinya. Hasil pengecekan Saudara agar dilaporkan kepada kami,” tulis Camat Safriadi dalam surat yang tembusannya disampaikan kepada Pj. Wali Kota, Ketua DPRK Lhokseumawe, dan sejumlah instansi lainnya.
Tim Dewan ke Lapangan
Menurut Said Fachri, pihak PGE tidak merespons surat Camat Blang Mangat itu. Sehingga, kata dia, DPRK memanggil pihak PGE ke gedung dewan pada Kamis (23/1), untuk meminta perusahaan itu bertanggung jawab terhadap permasalahan tersebut.
“Sehari sebelum pertemuan itu, kami juga sudah turun ke lapangan. Kami lihat memang genangan air sudah seperti waduk, sehingga apabila tidak segera ditanggulangi berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap rumah warga dan bangunan SD Negeri 11 Seuneubok yang berada di dekat lahan tergenang air itu,” kata Said Fachri dihubungi Line1.News via telepon, Sabtu pagi (25/1).
Kepada DPRK, PGE Janji Tanggung Jawab

[Pertemuan DPRK Lhokseumawe dengan pihak PGE, Camat Blang Mangat dan tokoh masyarakat Desa Seuneubok di ruang rapat dewan, Kamis, 23 Januari 2025. Foto: Istimewa]
Menurut Said Fachri, dalam pertemuan dengan DPRK, Kamis (23/1), pihak PGE berjanji bertanggung jawab atas permasalahan saluran yang menyebabkan genangan air di lahan milik warga itu. “PGE mengakui itu tanggung jawab mereka,” ungkapnya.
Said Fachri menyebut dalam pertemuan tersebut, PGE menyampaikan sejumlah komitmen yang akan dilaksanakan bertahap. Diawali perbaikan saluran tersumbat atau rusak di Seuneubok. “PGE menegaskan akan memperbaiki saluran air yang tersumbat di Gampong Seuneubok sebagai prioritas pertama, dengan catatan pekerjaan akan dilakukan segera setelah ada kesempatan”.
“Informasi terbaru kami terima, hari ini (Sabtu, 25/1), pihak PGE akan membawa pompa air ke lokasi genangan itu untuk dikurangi volume air. Kondisi saat ini belum dapat diperbaiki saluran tersumbat itu, karena di dekatnya ada sawah warga yang sudah ditanami padi. Dikhawatirkan dampak dari pekerjaan perbaikan saluran, air akan meluap ke sawah. Jadi, tahap awal dikurangi volume air pakai pompa oleh PGE,” ujar Said Fachri.
Menurut Said Fachri, dalam pertemuan dengan DPRK, pihak PGE juga akan mempertimbangan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terkait ganti rugi pohon dalam kebun yang terdampak operasional perusahaan itu.
Selain itu, lanjut Said Fachri, PGE berkomitmen akan memperbaiki jalan line pipa yang melintasi wilayah Lhokseumawe.
Minta Jaminan Keamanan
Said Fachri menambahkan dalam pertemuan dengan DPRK, pihak PGE mengajukan permintaan agar perbaikan infrastruktur dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif. “Untuk itu, pihak gampong, camat, dan Pemko Lhokseumawe diharapkan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi PGE selama bekerja di lapangan”.
“PGE akan melaksanakan perbaikan tersebut sesuai prioritas, tetapi mereka berharap dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah untuk memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan,” ujar Said Fachri.
Said Fachri berharap kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan PGE dapat melahirkan solusi terbaik. Semua pihak diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing agar terciptanya suasana yang harmonis dan produktif.
“DPRK Lhokseumawe akan kawal komitmen PGE, dan kita bersama masyarakat terus memantau pelaksanaan di lapangan,” ucap Said Fachri.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy