Ekspor Aceh Melejit 61 Persen, Batu Bara dan Kopi Jadi Mesin Penggerak Utama

Ilustrasi batu bara
Ilustrasi batu bara. Foto: Istimewa/net

Banda Aceh, Line1News – Kabar baik datang dari panggung perdagangan luar negeri Bumi Serambi Mekkah. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melaporkan nilai ekspor luar negeri kita melonjak tajam sebesar 61,31 persen sepanjang Juni 2026. Angka penjualan ke pasar global ini sukses menyentuh 85,31 juta USD (sekitar Rp1,38 triliun), naik drastis dibanding perolehan bulan Mei sebelumnya.

“Ekspor Aceh naik sebesar 61,31 persen dibandingkan ekspor Mei lalu,” ujar Kepala BPS Aceh, Agus Andria, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Jika kita menengok ke belakang dan membandingkannya dengan periode yang sama tahun lalu (Juni 2025), performa dagang Aceh saat ini bahkan jauh lebih perkasa dengan pertumbuhan mencapai 75,12 persen.

Pelabuhan Lokal Mulai Unjuk Gigi

Satu hal yang membanggakan, mayoritas komoditas berharga asal Tanah Rencong kini dikirim langsung lewat pelabuhan sendiri. Nilainya mencapai 64,31 juta USD atau sekitar 75,39 persen dari total ekspor.

Sementara sisanya, sekitar 20,87 juta USD, masih menumpang lewat pelabuhan provinsi tetangga, terutama Sumatra Utara.

India Jadi Pelanggan Setia, Batu Bara Tetap Primadona

Ke mana saja produk-produk terbaik Aceh bermuara? Ini tiga negara pembeli terbesar kita:

* India: Menjadi pelanggan nomor satu dengan nilai belanja 47,83 juta USD. Mereka paling banyak memborong batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) kita.

* Tiongkok: Berada di posisi kedua dengan menyumbang 14,29 juta USD untuk pembelian batu bara, kopi, serta rempah-rempah khas Aceh.

* Amerika Serikat: Menempati urutan ketiga dengan nilai 12,33 juta USD. Menariknya, warga Negeri Paman Sam ini sangat menggemari pasokan kopi dan rempah-rempah harum dari tanah kita.

Secara keseluruhan, batu bara masih memegang mahkota sebagai komoditas paling dicari di pasar internasional. Nilai pengirimannya menembus 52,10 juta USD atau menguasai 61,08 persen dari total kue ekspor Aceh.

“Komoditas terbesar selanjutnya yang ikut mendongkrak angka ini adalah kopi, rempah-rempah, serta lemak dan minyak hewan/nabati (CPO),” pungkas Agus.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy