Banda Aceh, Line1News – Maskapai Garuda Indonesia mengingatkan jemaah haji Aceh tak membawa barang berlebihan saat proses pemulangan ke tanah air. Semua barang bawaan telah diatur sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
“Merujuk kepada prosedur keselamatan dan kenyamanan pernerbangan, berat bagasi baik kabin maupun bagasi yang diperbolehkan kepada jemaah adalah 32 kilogram untuk bagasi dan 7 kilogram untuk kabin,” kata Pelaksana Harian (Plh.) General Manager Garuda Indonesia Cabang Aceh, Jufriandi, Senin, 15 Juni 2026.
Baca Juga: Malam Ini Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Aceh, Dinkes Pantau 14 Hari
Jufri menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi soal aturan keselamatan penerbangan kepada jemaah saat berada di daerah masing-masing.
Jufri mengatakan, pengalaman musim haji tahun lalu, masih terdapat jemaah haji Aceh yang membeli oleh-oleh terlalu banyak, sehingga melebihi kapasitas koper telah diatur.
Dia menjelaskan, setiap koper jemaah akan dilakukan pemeriksaan sebelum masuk ke pesawat. Bila didapat kelebihan berat, barang bawaan dalam koper akan dibongkar.
“Sebelum mereka masuk ke dalam waiting room (ruang tunggu), di situ akan ada petugas yang akan sweeping atau pengecekan kesesuaian berat atau jumlah barang yang boleh dibawa ke dalam pesawat,” katanya.
“Bagi jemaah-jemaah yang tidak mematuhi ini, itu barangnya langsung disingkirkan oleh petugas. Enggak tahu itu dibawa kemana, inikan sayang sekali,” tambahnya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Percayakan Putra Aceh Terbangkan Jemaah Haji dari Tanah Suci
Dia berharap, jemaah patuh dan mengikuti arahan petugas, sehingga barang-barang bawaan yang sudah dibeli atau oleh-oleh yang dibawa pulang sesuai dengan ketentuan bagasi dan kabin.
“Jadi, tidak ada lagi barang tentengan. Tentunya ini untuk kenyamanan jemaah juga. Mudah-mudahan barang-barang yang harus dibuang di bandara enggak terjadi lagi,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy