Singkil – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Aceh Singkil dan Subulussalam, Kamis, 4 Desember 2025. Kunjungan itu disebut untuk meninjau kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di kedua wilayah tersebut.
Gibran datang menggunakan Helikopter VVIP Kepresidenan Super Puma dan mendarat di Bandara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil Utara, sekira pukul 15.00 waktu Aceh.
Dia disambut Wali Kota Subulussalam M Rasyid bersama Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon.
Sebelum Gibran mendarat, tiba lebih dulu Kepala BNPB Suharyanto, Wagub Aceh Fadhlullah dan Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah.
Melansir Laman Pemko Subulussalem, di Singkil Gibran meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Ujung Bawang dan Gosong Telaga yang mengalami kerusakan infrastruktur.
Pada kesempatan itu, dia juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang disalurkan kepada Pemkab Aceh Singkil melalui Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf.
Apa dampak bencana di Subulussalam dan Singkil?
Berdasarkan pembaruan data per 1 Desember 2025 pukul 14.00 dari pos komando tanggap darurat bencana hidrometeorologi Kota Subulussalam, disebutkan kecamatan Simpang Kiri terjadi banjir di Kampong Danau Tras, terdampak 8 KK dan 35 jiwa.
Sementara di Kecamatan Penanggalan terjadi banjir di kampong Dasan Raja dan satu kampong longsor di Lae Ikan. Di Dasan Raja terdampak 15 KK dan 75 jiwa sementara di Lae Ikan terdampak 2 KK dan 7 jiwa.
Lalu Kecamatan Rundeng terdampak banjir 18 kampong, Suak Jampak, Sibungke, Panglima Saman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, Binanga, Oboh, Siperkas, Kuta Beringin, Lae Mate, belukur Makmur, Lae Pemualan. Sibuasan, Dah, Tualang, Tanah Tumbuh dan Kuala Kepeng.
Secara keseluruhan disebutkan, banjir berdampak terhadap 1.327 KK dan 6.561 jiwa, pengungsi 540 KK dan 2.421 jiwa. Pengungsi terbanyak di Kampong Oboh sebanyak 115 KK dan 40 jiwa.
Di Kecamatan Longkib, empat kampung terdampak banjir yakni Longkib, Panji, Sepang, dan Lae Saga. Jumlah terdampak 359 KK dan 1.507 jiwa, pengungsi 117 KK dan 473 jiwa.
Di Kecamatan Sultan Daulat terdampak tiga kampung yakni Suka Maju, Jabi-jabi dan Sigrun. Jumlah total terdampak 878 KK dan 3622 jiwa.
Total keseluruhan Kota Subulussalam akibat bencana banjir dan longsor terdampak 28 kampong, 2589 KK dan 11807 jiwa, pengungsi 657 KK dan 2894 jiwa.
Kerugian akibat bencana disebut fasilitas umum 33 sekolah, 1 kantor, 10 rumah, korban jiwa meninggal dunia satu orang, kerusakan lahan jagung 7 hektare.
Namun, data tersebut berbeda dengan apa yang ditampilkan di Dahsboard Banjir Sumatra BPNB. Dilihat Jumat sore, 5 Desember 2025, di Subulussalam disebutkan satu orang meninggal dunia dan satu jembatan rusak. Tidak ada data lain terlihat.
Adapun di Singkil, tidak ada korban meninggal dunia, hilang, dan terluka serta tidak ada kerusakan apa-apa.
Sementara Laman Pemkab Singkil menuliskan, “berdasarkan data BNPB per 3 Desember 2025, Aceh Singkil mencatat 21.143 jiwa terdampak, dengan 5.286 KK terpaksa mengungsi akibat bencana yang terjadi sejak 19 November 2025.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy