Hutama Karya Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Dukung Arus Mudik Lebaran

Gerbang Tol Padang Tiji Seksi 1 Sibanceh
Gerbang Tol Padang Tiji Seksi 1 Ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh). Foto: Humas Hutama Karya

Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) membuka secara fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Ruas tol ini bagian dari Proyek Strategis Nasional di Provinsi Aceh dengan total panjang mencapai 74,2 kilometer.

Saat ini, tol tersebut telah beroperasi pada Seksi 2 hingga Seksi 6, yakni Seulimeum–Jantho (6 km), Jantho–Indrapuri (16 km), Indrapuri–Blang Bintang (14 km), Blang Bintang–Kuto Baro (8 km), dan Kuto Baro–Baitussalam (5 km). Total sepanjang 49 kilometer dari ruas tersebut telah melayani masyarakat.

Sementara itu, jalur yang dibuka secara fungsional adalah Seksi 1 dari IC Padang Tiji hingga STA 25+680 sepanjang 23,955 kilometer. Jalur ini dibuka untuk dua arah lalu lintas, yakni Padang Tiji–Seulimeum dan sebaliknya, melalui dua jalur kendaraan.

Plh. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pembukaan jalur fungsional tersebut bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode lebaran.

“Pembukaan fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 ini juga sekaligus memastikan distribusi logistik, termasuk bantuan bencana di Aceh Tamiang, dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” kata Hamdani dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Dia menjelaskan Seksi 2 hingga Seksi 6 tetap beroperasi secara bertarif, sedangkan Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum terintegrasi melalui Interchange Seulimeum. Pengguna jalan yang melanjutkan perjalanan menuju Padang Tiji maupun sebaliknya tetap melakukan transaksi di Gerbang Tol Padang Tiji.

Hutama Karya juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung keselamatan selama masa operasional fungsional, seperti rambu lalu lintas, marka jalan, delineator, serta kendaraan operasional berupa ambulans, derek, kendaraan rescue, patroli, hingga dukungan personel di lapangan.

Menurut Hamdani, dengan terintegrasinya seluruh seksi yang telah beroperasi dan jalur fungsional tersebut, waktu tempuh dari Sigli menuju Banda Aceh dapat dipangkas signifikan.

“Dengan terhubungnya ruas-ruas ini, waktu tempuh dari Sigli menuju Banda Aceh yang sebelumnya sekitar satu jam melalui jalan nasional dapat dipersingkat menjadi kurang lebih 30 menit melalui jalan tol,” jelasnya.

Dia mengimbau pengguna jalan agar mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan selama perjalanan.

Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy