Menapak Jejak Sultan, Menyulam Kepedulian:

Haul Ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih Hadirkan Harapan bagi Penyintas Banjir

Cisah salur bantuan untuk korban banjir
Sekjen Cisah Mawardi disaksikan Ketua Cisah Abel Pasai menyerahkan paket sembako kepada penyintas banjir di Aceh Utara. Kegiatan itu dalam momen memperingati Haul ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih (696 H – 1447 H). Foto: Cisah

Aceh Utara – Memperingati Haul ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih (696 H – 1447 H), Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (Cisah) berkolaborasi dengan berbagai pihak menyalurkan bantuan sembako untuk penyintas banjir di Aceh Utara.

Berbagai pihak tersebut ialah Halaqah Mukhlisin Malaysia, para donatur Perumahan Bogor Asri, Ummi Hana, Abu Hasan, Forum Komunikasi Masyarakat Geuredong Pase, Komunitas Trader Aceh, serta para penggiat sejarah dan budaya Aceh lainnya.

“[Kita semua] bersatu dalam satu niat: menyalakan kembali cahaya kepedulian yang diwariskan oleh sang Sultan,” kata Ketua Cisah, Abdul Hamid akrab disapa Abel Pasai, Kamis, 12 Maret 2026.

Abel Pasai menegaskan bahwa bagi masyarakat Aceh nama Sultan Al-Malik Ash-Shalih bukan sekadar kisah dalam lembaran sejarah. “Beliau adalah simbol awal cahaya Islam di Asia Tenggara. Sosok yang menanamkan nilai keimanan, keadilan, dan kepedulian terhadap umat”.

“Karena itu, memperingati haul beliau bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kemanusiaan yang beliau wariskan,” ungkap Abel Pasai.

Itulah sebabnya, lanjut Abel, dalam Ramadan penuh rahmat dan berkah ini, pihaknya mengadakan kegiatan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara sejak Kamis, 5 Maret hingga Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Utara”. Tema ini disebut sebuah ikhtiar untuk menghadirkan harapan di tengah duka masyarakat yang terdampak bencana.

Baca juga: Cerita Halaqah Mukhlisin Bantu Penyintas Banjir Langkahan Sambut Ramadan

Abel menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh relawan, para dermawan, serta penggiat sejarah dan budaya—baik dari Aceh, luar Aceh, maupun mancanegara—yang telah menyatukan hati dalam semangat kebersamaan.

“Ramadan selalu mengajarkan manusia tentang makna kasih sayang: tangan ringan untuk memberi, dan hati lapang untuk merasakan penderitaan sesama,” ucap Abel.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Abel, bantuan disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Langkahan dan beberapa wilayah lain yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

“Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa sejarah tidak berhenti sebagai cerita masa lampau, tetapi mampu menggerakkan hati manusia untuk menghadirkan kebaikan di masa kini”.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Dimulai dengan doa bersama, tausiah, serta pemaparan tentang sosok Sultan Al-Malik Ash-Shalih yang disampaikan oleh peneliti Cisah, Sukarna Putra.

Suasana haru pun menyelimuti ketika santunan diberikan kepada puluhan anak yatim di sekitar situs makam Sultan.

Puncaknya, pada 12 Maret 2026, para relawan kembali bergerak menyalurkan bantuan bagi masyarakat korban banjir di beberapa kecamatan lainnya.

Baca juga: Cisah Gelar Trauma Healing Berbasis Budaya bagi Seniman Terdampak Banjir Aceh Utara

Di tengah kesederhanaan kegiatan itu, banyak mata yang berkaca-kaca. “Ramadan seakan menjadi saksi bahwa warisan Sultan Al-Malik Ash-Shalih masih hidup hingga hari ini—bukan hanya dalam makam bersejarah atau catatan kitab, tetapi dalam setiap tangan yang terulur membantu sesama, dalam setiap langkah kecil yang diambil untuk meringankan beban saudara yang sedang diuji”.

“Dari tanah Pasai yang sarat sejarah, pesan itu kembali bergema: bahwa peradaban besar tidak lahir dari kemegahan semata, melainkan dari hati yang penuh kasih dan keberanian untuk berbagi,” ucap Abel.

Haul Sultan ini pun menjelma lebih dari sekadar peringatan tahunan. “Ia menjadi doa bersama, harapan bersama, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai luhur para pendahulu akan tetap hidup selama masih ada generasi yang menjaga, merawat, dan meneruskannya dengan keikhlasan serta cinta kepada sesama”.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy