Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) berencana membuka Ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) sepanjang 23,95 kilometer saat mudik lebaran Idulfitri 2025.
Direktur Hutama Karya Budi Harto mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah dan kepolisian terkait jalan tol fungsional yang bakal dioperasikan selama periode mudik.
“Ruas-ruas ini rencananya akan dioperasikan secara fungsional mulai 20 Maret hingga 10 April 2025 dengan jam operasional tertentu yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan berdasarkan diskresi kepolisian,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu, 5 Maret 2025.
Dia menyebutkan, dengan dioperasikannya ruas fungsional itu, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat. Untuk mendukung kelancaran mudik, Hutama Karya juga memastikan kesiapan layanan pendukung di sepanjang ruas JTTS.
Selama periode mudik, kata Budi, sejumlah layanan telah ditambahkan. Antara lain, posko dan personel dengan layanan medis, bantuan darurat, dan informasi perjalanan. Tersedia juga armada siaga termasuk ambulans, mobil derek, dan patroli jalan raya.
Dari sisi layanan transaksi, Hutama Karya menambah 140 unit mobile reader dan menyediakan 32.208 kartu uang elektronik guna mengurangi antrean di gerbang tol. Selain itu, Hutama Karya akan memberikan potongan tarif tol sebesar 20 persen di sejumlah ruas utama JTTS dengan jarak terjauh.
Dari segi fasilitas, Hutama Karya meningkatkan layanan istirahat bagi para pemudik dengan penambahan Rest Area Fungsional sebanyak empat unit di ruas Tol Sibanceh.
“Kami berharap upaya ini dapat membuat perjalanan mudik Lebaran tahun 2025, dapat berjalan lebih lancar, tenang, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat.”
Sopir Travel Sambut Baik
Sementara itu, sopir travel lintas pantai utara timur, Yulianda, menyambut baik rencana pembukaan Tol Sibanceh seksi 1.
Jika Seksi 1 dibuka, kata Yulianda, para sopir travel atau angkutan umum sangat senang karena bisa memangkas jarak tempuh.
“Biasanya dari Banda Aceh-Sigli menghabiskan waktu sekitar dua jam melewati Seulawah, dengan adanya tol Padang Tiji hanya satu jam sudah sampai ke Sigli,” ujarnya kepada Line1.News, Rabu, 5 Maret 2025.
Namun Yulianda berharap Tol Sibanceh Seksi 1 itu tidak lagi menggunakan sistem buka tutup. Sebab, di samping mudah, jalan tol ini juga menjadi rute akses saat terjadi banjir di wilayah Seulawah.
“Risiko pun juga besar melewati Seulawah, banyak tanjakan, turunan dan tikungan. Kalau melalui tol kita waspada saja di saat ban mobil yang sudah botak atau tipis.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy