Kota Meksiko – Siapa sangka, perjalanan salah satu raksasa musik Meksiko dimulai dari pengorbanan seorang kakek yang menjual sapinya demi membelikan sang cucu sebuah akordeon. Cucunya adalah Ricky Muñoz, vokalis sekaligus pendiri grup musik legendaris Intocable.
Melansir Variety, Sabtu, 18 Juli 2026, sang kakek sayangnya tidak pernah sempat melihat Ricky beraksi di atas panggung. Ia juga tidak sempat menyaksikan bagaimana Intocable tumbuh menjadi salah satu grup paling berpengaruh dan sukses secara komersial dalam genre música Mexicana.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade mencetak lagu hit dan konsernya selalu ludes terjual di AS dan Meksiko, grup peraih penghargaan Grammy dan Latin Grammy ini resmi mendapatkan penghargaan tertinggi. Mereka dianugerahi bintang di Hollywood Walk of Fame Kelas 2026.
Bukan Demi Penghargaan, Tapi Jiwa Kanak-Kanak
Bagi yang mengenal Intocable, mereka tahu grup ini tidak pernah membuat musik demi mengejar piala. Saat diwawancarai mengenai arti bintang Walk of Fame bagi mereka, Ricky Muñoz mengungkapkan filosofi band yang tidak pernah berubah.
“Kami tidak pernah melakukan sesuatu demi imbalan. Kami hanya membiarkan jiwa kanak-kanak kami berimajinasi bahwa kami sedang membuat album seperti yang dilakukan oleh pahlawan musik kami. Ini situasi yang unik, karena Intocable menggunakan instrumen tradisional, tapi kami tidak memainkannya dengan cara tradisional,” kata Ricky.
Meski begitu, ia sangat bersyukur karena bintang di Walk of Fame adalah bentuk warisan sejarah yang akan bertahan seumur hidup.
Ramuan Unik: Musik Tradisional Rasa Rock Amerika
Salah satu daya tarik utama Intocable adalah dualitas musik mereka. Di satu sisi mereka mengusung genre tradisional norteño dan tejano, namun di sisi lain, melodi mereka kental dengan pengaruh pop dan rock arus utama.
Ricky mengakui hal ini terjadi secara tidak sadar karena mereka tumbuh besar di Amerika Serikat dan menyerap budayanya.
“Saat menciptakan lagu, kami tidak membayangkan Los Tigres del Norte (grup tradisional). Kami justru mengingat petikan lagu Flock of Seagulls atau getaran lagu Summer of ’69 milik Bryan Adams. Hasil akhirnya tentu tidak akan mirip sama sekali—tetap terdengar seperti gaya khas kami—tapi dari sanalah percikan awalnya muncul,” jelasnya.
Nekat Karena ‘Tidak Tahu Teori Musik’
Keunikan lain dari Intocable adalah permainan akordeon Ricky yang sering berpindah nada dan suasana secara tak terduga. Menariknya, Ricky mengaku permainan akordeonnya sebenarnya sangat dasar.
Rahasia kenekatannya mengeksplorasi nada ternyata karena ketidaktahuan mereka terhadap teori musik formal.
“Kami tidak pernah belajar musik secara formal, jadi ada semacam ketidaktahuan di sana. Namun, dengan ketidaktahuan itu, Anda justru merasa bahwa segala sesuatu mungkin saja dilakukan,” tuturnya.
Album Baru yang Lebih Tenang Bersama Musisi Legendaris
Setelah sukses besar dengan album Modus Operandi pada tahun 2024, Intocable kini siap merilis album terbaru mereka. Don Was kembali bertindak sebagai produser, dan kali ini mereka kedatangan pemain bass legendaris dunia, Pino Palladino.
Ricky bercerita bahwa album Modus Operandi lahir dari masa-masa kacau dalam kehidupan pribadinya. Namun, setelah menjalani banyak sesi terapi, album baru ini akan terdengar jauh lebih rileks dan damai.
Kehadiran Pino Palladino juga menjadi momen emosional bagi Ricky, mengingat karya-karya lawas Pino telah menemani masa kecilnya. Intocable bahkan membebaskan Pino untuk mengisi bagian bass sesuai seleranya demi mendapatkan “sentuhan magis” khas Pino Palladino.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy