Banda Aceh, Line1News – Pemerintah Aceh terus memacu percepatan perbaikan jalan lintas Peureulak-Lokop, Aceh Timur menuju Kabupaten Gayo Lues. Akses transportasi ini sebelumnya mengalami kerusakan parah disertai jembatan putus akibat hantaman banjir dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu.
Kolaborasi Lintas Sektor
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menegaskan bahwa penanganan dan pemulihan pascabencana terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak secara maksimal.
“Semuanya all out, informasi penanganan disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pantau Progres Lewat Laporan Visual
Mualem yang saat ini berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir untuk melaporkan perkembangan terbaru penanganan pascabencana.
Nasir kemudian menugaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, untuk meninjau langsung perkembangan perbaikan di lapangan.
“Gubernur Mualem ingin tahu kegiatan anak buahnya dalam bentuk visual langsung, bukan hanya dalam bentuk narasi semata,” ujar Nurlis.
Jembatan Bailey Siap Beroperasi Pekan Ini
Melalui laporan video dari Lokop, Kecamatan Serbajadi, Mawardi memperlihatkan perkembangan pengerjaan jembatan Bailey kepada Mualem.
“Jembatan ini kerja sama Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama yang kita kerjakan dari tiga titik yang terputus. Insya Allah, dalam minggu ini sudah operasional jembatannya,” kata Mawardi dalam video tersebut.
Mawardi menjelaskan total ada tiga jembatan yang terputus di sepanjang lintas Aceh Timur-Gayo Lues. Percepatan infrastruktur ini dikebut demi memulihkan akses wisata dan urat nadi ekonomi warga.
Kendaraan Roda Empat Mulai Bisa Melintas
Dalam rekaman tersebut, Mawardi juga memperlihatkan beberapa ruas jalan di kawasan Lokop yang sedang diperbaiki kini sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalur ini sebelumnya sempat putus total akibat banjir susulan.
“Kami laporkan kepada Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Sekda, bahwa kami berada di sini sudah sejak awal Juli 2026, setelah melakukan survei pada Maret 2026 yang lalu,” jelasnya.
Fokus Fase Transisi Darurat
Nurlis menambahkan, penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor saat ini masih berada di fase transisi darurat menuju pemulihan.
“Upaya penanganan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, rehabilitasi lahan, penyediaan hunian sementara (huntara), dan percepatan pemulihan sektor ekonomi seperti lahan persawahan,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy