Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 8 Orang

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh Arijal
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal. Foto: Fakhrurrazi/Line1News

Banda Aceh, Line1News – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pidie, Nurdin Ali, 69 tahun, dilaporkan wafat di Tanah Suci, Jumat, 5 Juni 2026, sekira pukul 04.47 waktu Arab Saudi (WAS). Jemaah ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-10 Embarkasi Banda Aceh.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menuturkan bahwa almarhum meninggal dunia karena mengalami cardiogenic shockpneumonia.

“Iya, benar, seorang jemaah haji Aceh asal Pidie meninggal dunia atas nama Nurdin Ali di Tanah Suci. Almarhum wafat di Hotel Burj Al Wahdah Al Mutamayyiz, Makkah,” kata Arijal, Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Arijal menyampaikan bahwa Nurdin Ali merupakan warga Gampong Kruet Teumpeun, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Almarhum dimakamkan di pemakaman Saraya Suhada Al Haram.

Arijal juga menyampaikan duka yang mendalam atas bertambahnya jemaah haji Tanah Rencong yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Semoga segala amal mereka diterima Allah Swt dan diampunkan segala dosanya serta memperoleh haji mabrur. Semoga kepada keluarga jamaah diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Arijal.

Berdasarkan data PPIH, per Sabtu, 6 Juni 2026, total jemaah haji Embarkasi Banda Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi delapan orang. Jemaah yang wafat didominasi mereka yang berusia lanjut.

Sebelumnya, satu jemaah asal Aceh Besar, Mahdi Muhammad Sufi, 60 tahun, kloter BTJ-02, wafat di Rumah Sakit King Abdul Aziz, pada Rabu, 3 Juni 2026. Almarhum meninggal karena menderita chronic kidney disease.

Sulasry Abdul Gani, 74 tahun, asal Bireuen, kloter BTJ-05, meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026. Almarhumah wafat di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayyiz Makkah karena Syok Kardiogenik.

Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh, 74 tahun, jemaah asal Kabupaten Pidie, kloter BTJ-10, meninggal dunia pada hari yang sama, di Rumah Sakit King Abdul Aziz Hospital, karena mengalami Cardiogenic Pneumonia.

Nurwaida Muhammad Yusuf, 76 tahun, kloter BTJ-08, asal Kabupaten Bireuen. Jemaah ini meninggal dunia pada 26 Mei 2026 atau menjelang ibadah wukuf di Arafah.

Tiga jemaah lainnya berasal dari kloter BTJ-13, yakni Maimunah Yusuf Ali, 72 tahun, asal Aceh Tamiang, Siti Salmijah, 83 tahun, warga Pidie Jaya, dan Aminah Ahmad 76 tahun, juga asal Pidie Jaya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy