Banda Aceh – Estafet kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh bersiap memasuki babak baru. Jika tidak ada aral melintang, Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII untuk memilih Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 akan ditabuh pada 20-22 November 2026 mendatang.
Momentum Rawat Marwah Profesi
Ajang lima tahunan ini dinilai bukan sekadar rutinitas pergantian pengurus. Lebih dari itu, Konferprov menjadi momentum berharga untuk memperkuat arah organisasi, terutama dalam mendongkrak profesionalisme, kompetensi, dan independensi para wartawan di Tanah Rencong.
Semangat penyegaran ini turut disambut positif oleh para tokoh senior pers, termasuk mantan Ketua PWI Aceh, Adnan NS.
Ruang Terbuka untuk Kader
Dalam keterangannya pada Senin, 20 Juli 2026, Adnan memandang estafet kepemimpinan sebagai siklus alami yang menyehatkan organisasi. PWI Aceh memiliki banyak kader potensial yang siap membawa energi baru dan menjaga wibawa organisasi ke depan.
“Perlu regenerasi Ketua PWI Aceh. Organisasi ini membutuhkan sosok baru yang mampu membawa perubahan agar PWI semakin baik serta marwah dan wibawanya tetap terjaga,” ujar Adnan.
Rumah Naungan yang Inklusif
Bagi Adnan, PWI adalah kapal besar yang menjadi milik bersama seluruh anggota. Oleh karena itu, setiap wartawan anggota PWI Aceh memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk ikut urun rembuk dan memimpin, selama memenuhi syarat organisasi.
“PWI itu rumah naungan kita para wartawan. Untuk itu, kita semua punya hak dan tanggung jawab yang sama untuk mengisinya dan menjaganya tetap independen,” tambahnya.
Fokus pada Peningkatan Kompetensi
Menatap masa depan, Adnan menaruh harapan besar agar Konferprov November nanti melahirkan kepemimpinan yang demokratis dan mampu merangkul semua golongan. PWI Aceh diharapkan terus konsisten menjadi ruang pembinaan yang sehat.
Ketua terpilih nantinya diharapkan fokus pada program-program nyata, mulai dari peningkatan kualitas wartawan, penguatan kompetensi, perlindungan profesi, hingga menjaga kekompakan internal.
“Siapa pun yang dipercaya memimpin nanti, jadikan PWI sebagai wahana penempaan profesi yang inklusif dan menjunjung tinggi etika. Organisasi ini harus menjadi rumah bersama yang merajut kebersamaan seluruh anggotanya,” pungkas Adnan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy