Idi – Kapal nelayan KM Bahagia 01 asal Idi Cut, Aceh Timur, tenggelam di perairan Selat Malaka pada Minggu, 20 Juli 2025. Korban selamat mengaku terpaksa minum air laut selama dua hari untuk bertahan hidup.
KM Bahagia 01 yang membawa 13 Anak Buah Kapal (ABK) dan satu nakhoda berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi pada Selasa, 15 Juli 2025.
Kapal tersebut diduga dihantam ombak besar sehingga terbalik. Sebanyak 12 ABK berhasil diselamatkan kapal nelayan lain dan kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit milik Pemkab Aceh Timur. Adapun dua ABK lainnya hingga kini belum ditemukan.
Salah satu korban selamat, Afdal (33), mengatakan selama dua hari mereka terpaksa meminum air laut untuk bertahan hidup. Para korban juga terombang-ambing di lautan dengan berpegangan pada kayu dari material kapal yang rusak.
“Kejadiannya pada Minggu, 20 Juli 2025, karena dihantam gelombang besar dan seketika kapal terbalik. Kami mengambil kayu-kayu yang terapung dan kami terombang-ambing di laut selama dua hari,” kata Afdal diwawancarai Line1.News, Rabu 23 Juli 2025, saat ia sedang dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur.
Kasubag Humas RSUD Zubir Mahmud, Cut Sofiana, mengatakan para korban dilarikan ke rumah sakit itu pada Selasa (22/7), pukul 22:00 waktu Aceh, menggunakan ambulans.
“Tadi malam langsung mendapat perawatan dari dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rata-rata para korban mengeluh sakit dada dan juga kondisinya masih lemas,” ungkap Cut Sofiana.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy