Keponakan Prabowo Ikut Uji Kepatutan Calon Deputi Gubernur BI

Wamenkeu
Wamenkeu II Thomas Djiwandono menghadiri konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga keponakan Presiden Prabowo dijadwalkan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Senin sore, 26 Januari 2026, di Komisi XI DPR RI.

Pria yang akrab disapa Tommy itu akan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00–17.00 WIB, setelah jadwal kandidat lainnya, Dicky Kartikoyono pada pukul 14.00-15.00 WIB. Kandidat lain, Solihin M Juhro mengikuti fit and proper test pada Jumat, 23 Januari 2026.

Proses ini menjadi tahapan penting sebelum DPR memberikan persetujuan terhadap calon pimpinan bank sentral tersebut. Rencananya, Komisi XI langsung mengumumkan hasil dan keputusan terkait calon Deputi Gubernur BI hari ini.

Tommy diusulkan Prabowo sebagai kandidat Deputi Gubernur BI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah perpindahan Tommy justru bagus untuk memperkaya pengalaman kebijakan.

“Tanggapan saya gimana? Ya baguslah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal, sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin, 19 Januari 2026, dilansir Kumparan.com.

Baca juga: 18 Kab/Kota di Aceh Dapat Kelonggaran TKD dari Purbaya, Begini Isi PMK 102

Profil Thomas Djiwandono

Tommy lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia putra sulung pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Abang Tommy, Budisatrio Djiwandono, kini menjabat anggota Komisi IV DPR RI.

Hubungan darah Tommy dengan Prabowo melalui sang ibu, Biantiningsih, yang merupakan kakak kandung sang Presiden, Biantiningsih adalah putri dari RM Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 45.

Sementara Soedradjad dikenal sebagai mantan Gubernur BI dan kini berkiprah sebagai pengajar di Nanyang Technological University, Singapura.

Tommy telah berkeluarga dan dikaruniai tiga orang anak. Riwayat pendidikannya cukup panjang dan beragam. Ia meraih gelar sarjana studi sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington.

Karier profesional Tommy dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, kemudian berlanjut sebagai wartawan Indonesia Business Weekly pada 1994. Setelah itu, ia beralih ke sektor keuangan dan sempat bekerja sebagai analis di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, Tommy memasuki dunia korporasi dengan menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group yang bergerak di sektor agribisnis. Di bidang politik, ia juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat.

Selama kiprahnya di dunia politik, Tommy tercatat aktif mendampingi Prabowo, termasuk saat kontestasi Pemilihan Presiden 2014 melawan Joko Widodo. Ia juga pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.

Tommy diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Perannya kemudian berlanjut dalam Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2025 dengan jabatan yang sama.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy