Bali – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. Kapal tersebut tenggelam sekira pukul 23.20 WIB, sekitar 25 menit setelah berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Informasi di akun Instagram @kantorsar_surabaya, berdasarkan data manifest kapal, KMP Tunu mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan, di antaranya 14 truk tronton.
Basarnas mengonfirmasi hingga pukul 08.00 WIB ada empat orang meninggal dunia. Semua korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan korban selamat sementara ini sebanyak 23 orang, selain yang naik sekoci. Sebagian korban juga dibantu kapal lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, ada empat penumpang yang ditemukan selamat di Perairan Cekik Bali. Mereka ditemukan sekitar pukul 05.15 WITA setelah berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci KMP Tunu Pratama Jaya.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dilansir Detik.com menyebutkan insiden kecelakaan tersebut terjadi di koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E.
Kapal dilaporkan mengalami distress atau kondisi bahaya pada pukul 23.20 WIB. Kemudian KMP Tunu dilaporkan tenggelam pada pukul 23.35 WIB.
“Hingga pukul 10.00 waktu setempat (Kamis), data sementara dilaporkan empat orang meninggal dunia dan 31 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada dalam penanganan lebih lanjut di Gilimanuk,” kata Masyhud.
Saat ini identitas nama dan keterangan korban masih dalam proses pendataan. Sementara tim gabungan terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sejak dini hari. Tim gabungan itu terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan.
Kemenhub memastikan operasi SAR masih berlangsung dengan menggunakan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi. Proses pencarian penumpang lainnya masih terus dilakukan.
“Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan.”
Proses evakuasi juga dilaporkan menghadapi tantangan kondisi gelombang laut yang tinggi sekira dua hingga 2,5 meter, angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy