Takengon – Komite Percepatan Pembentukan Kotamadya Gayo (KP2KG) beraundiensi dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di ruang kerja bupati, Senin, 28 April 2025. Tuurt hadir Pj. Sekda Aceh Tengah, Mursyid, Plt. Kepala Bappeda Jumadil Enka, Kabag Hukum sekaligus Plt. Asisten I Abshar, dan Kabag Tapem Asmaul Husna.
Juru Bicara KP2KG, Mustawalad, dalam keterangannya diterima Line1.News, Selasa, 29 April 2025, menyebut Bupati Haili Yoga menyambut positif dan memberikan sinyal dukungan terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Gayo, pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami pengurus memberi apresiasi kepada Bapak Bupati dan jajarannya atas sambutan dan solusi konkret yang diberikan dalam diskusi kemarin. Kami berharap ada dukungan pemerintah daerah sebagai salah satu syarat pembentukan DOB, yang juga merupakan tujuan kami melakukan audiensi itu,” kata Mustawalad.
Baca juga: 341 Usulan Pemekaran Wilayah, Termasuk 6 Daerah Minta Status Istimewa dan 5 Otsus
Mustawalad mengungkapkan ternyata sebelumnya Bupati Haili Yoga telah melakukan komunikasi dengan Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Profesor Abubakar Karim, terkait rencana pemekaran itu. Sehingga bupati punya referensi yang kuat tentang aturan dan mekanisme pembentukan DOB. Hal itu disampaikan bupati dalam audiensi tersebut.
“Pertemuan kemarin di kantor bupati sangat produktif, di mana Pak Bupati memberikan arahan terkait pembuatan kerangka kerja tentang rencana pembentukan DOB kepada jajarannya. Juga menyebutkan pembentukan kota baru hasil pemekaran dari Aceh Tengah sudah seharusnya, dan layak jika dibandingkan dengan kota lainnya yang telah terbentuk sebelumnya di Aceh,” tutur Mustawalad.
Baca juga: Kinerja Ratusan DOB Rendah, Syarat Pemekaran harus Diperketat
Menurut Mustawalad, cara bupati memberikan arahan dan masukan dalam diskusi itu mendapat apresiasi dari pengurus KP2KG.
Plt. Kepala Bappeda Aceh Tengah, Jumadil Enka, ikut menyampaikan pandangannya dalam pertemuan itu. “Pembentukan daerah otonomi baru jangan sampai menimbulkan interaksi negatif sesama masyarakat, karena tujuan pemekaran adalah untuk percepatan pembangunan,” kata Jumadil, dikutip Mustawalad.
Turut hadir dalam diskusi tersebut, Presiden Mahasiswa UGP, dan mahasiswa lainnya. Selanjutnya, pengurus KP2KG akan beraudiensi dengan pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tengah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy