Lebih Tinggi dari Lhokseumawe, Segini PAD Langsa dan Banda Aceh

PAD Banda Aceh, Langsa & Lhokseumawe 2022 2025
PAD Banda Aceh, Langsa & Lhokseumawe 2022 2025

Banda Aceh – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Langsa tiga tahun terakhir mencapai target. Target dan realisasi PAD Langsa juga meningkat dari tahun ke tahun.

Adapun PAD Kota Banda Aceh mencapai target pada 2023. Target dan realisasi PAD ibu kota Provinsi Aceh itu naik turun dari tahun ke tahun.

Data dihimpun Line1.News, Senin, 3 November 2025, dari Laporan Realisasi Anggaran Pemko Banda Aceh Tahun 2021-2024, realisasi PAD pada 2021 senilai Rp224,36 miliar. Lalu, realisasi PAD 2022 naik menjadi Rp314,82 M atau 95,36 persen dari target Rp330,14 M.

Target PAD Banda Aceh 2023 turun menjadi Rp279,85 M dengan realisasi Rp287,36 M atau 102,68 persen. Pada 2024 target PAD kembali naik menjadi Rp346,79 M, dan terealisasi Rp324,51 M atau 93,58 persen.

Data dalam Qanun Kota Banda Aceh No. 4 tahun 2025 tentang Perubahan APBK Tahun Anggaran 2025, target PAD naik menjadi Rp436,11 M dari sebelum perubahan senilai Rp403,77 M.

PAD Langsa

Data dalam Laporan Realisasi Anggaran Pemko Langsa TA 2022-2024, realisasi PAD 2022 senilai Rp146,28 M atau 100,95 persen dari target Rp144,9 M.

Lalu, target PAD Langsa pada 2023 naik menjadi Rp165,43 M dengan realisasi Rp166,29 M atau 100,52 persen.

Target PAD 2024 naik lagi menjadi Rp185,36 M, dan realisasinya Rp203,2 M (109,63%)

Total realisasi Pendapatan Daerah Kota Langsa pada 2024 sebanyak Rp967,36 M lebih, meningkat dibandingkan 2023 yang senilai Rp870,52 M.

Kontribusi PAD terhadap total realisasi Pendapatan Daerah Langsa tahun 2024 sebesar 21,01 persen. Adapun realisasi Pendapatan Transfer Rp764,15 M, menyumbang 78,99 persen terhadap total Pendapatan Daerah. Ini menunjukkan ketergantungan Pemko Langsa terhadap pendapatan transfer masih amat tinggi.

Pada 2025, target PAD kembali dinaikkan menjadi Rp210,6 M, berdasarkan data dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Langsa No. 10/2025 tentang APBK TA 2025.

Kota Langsa dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2001 tanggal 21 Juni 2001, hasil pemekaran Kabupaten Aceh Timur.

Pada tanggal dan tahun yang sama juga telah lahir UU No. 2 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe, hasil pemekaran Kabupaten Aceh Utara.

Kedua UU itu disahkan oleh Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Baca juga: [Infografis] Realisasi PAD Lhokseumawe Vs Transfer 2019-2024

PAD Lhokseumawe

PAD Lhokseumawe tahun 2022-2024 tidak mencapai target. PAD bekas kota “petrodolar” ini juga tidak mencapai target pada 2019-2021.

Selama enam tahun tersebut, target PAD tertinggi pada 2021 Rp91,16 M. Namun, realisasinya hanya Rp61,98 M atau 67,99 persen. Realisasi PAD terbanyak pada 2022 Rp68,21 M dari target Rp88,26 M. Akan tetapi, secara persentase hanya terealisasi 77,28%.

Target PAD Lhokseumawe juga naik turun. Target pada 2023 Rp75,12 M, realisasi Rp67,9 M atau 90,39 persen. Pada 2024 PAD ditargetkan Rp76,09 M, realisasi Rp64,52 M atau 84,79 persen.

Total realisasi Pendapatan Daerah Lhokseumawe tahun 2024 sebanyak Rp792,39 M, meningkat dari 2023 yang senilai Rp755,94 M. Realisasi Pendapatan Transfer 2024 Rp718,11 M, berkontribusi terhadap total Pendapatan Daerah sebesar 90,63 persen.

Kontribusi PAD untuk total realisasi Pendapatan Daerah tahun 2024 hanya 8,14 persen. Itulah sebabnya, ketergantungan Pemko Lhokseumawe terhadap pendapatan transfer juga amat besar.

Adapun target PAD 2025 Rp80,90 M, belum sampai 10 persen dari proyeksi total Pendapatan Kota Lhokseumawe senilai Rp816,97 M.

Baca juga: Segini Realisasi PAD Lhokseumawe 2025, Cek Data Per OPD

Mengapa PAD Banda Aceh dan Langsa lebih tinggi dari Lhokseumawe?

Penelusuran Line1.News, kontribusi terbesar terhadap PAD Banda Aceh tahun 2024 dari Lain-Lain PAD yang Sah Rp180,01 M. Adapun Pajak Daerah menyumbang Rp118 M, Retribusi Daerah Rp22,78 M, dan Hasil Pengelolaan Daerah yang Dipisahkan Rp3,71 M lebih.

Realisasi Lain-Lain PAD yang Sah paling besar dari pendapatan jasa layanan umum Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp160,06 M. Rinciannya, jasa layanan BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Rp153,32 M dan jasa layanan BLUD Pasar Rp6,73 M.

“Keseluruhan pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional BLUD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD TA 2024,” bunyi keterangan pada bagian penjelasan tentang realisasi keuangan Pemko Banda Aceh, dikutip dari LHP BPK Atas LKPK Banda Aceh TA 2024.

BLUD RSUD Langsa

Kontribusi terbesar terhadap PAD Langsa 2024 juga berasal dari Lain-Lain PAD yang Sah mencapai Rp175,6 M. Adapun Pajak Daerah Rp24,39 M, Retribusi Daerah Rp2,34 M, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp868,31 juta lebih.

Realisasi Lain-Lain PAD yang Sah terbesar dari pendapatan BLUD Rp166,38 M. Dari jumlah itu, pendapatan BLUD RSUD Rp153,56 M, sisanya dari lima Puskesmas di Langsa.

Baca juga: Sayuti Serahkan Dokumen Usulan Pembangunan RSUD Lhokseumawe ke Menkes RI

Ingin Bangun RSUD

Pemko Lhokseumawe tampaknya “tidak mau kalah” dengan Banda Aceh dan Langsa yang sudah memiliki RSUD.

Wacana pembangunan RSUD Lhokseumawe sudah bergulir sejak Penjabat Wali Kota Imran. Pemko Lhokseumawe telah menganggarkan Belanja Jasa Penyusunan Master Plan dan Detailed Engineering Design (DED) RSUD pada tahun anggaran 2023 Rp2,5 M lebih.

Rencana pembangunan RSUD Lhokseumawe kini dilanjutkan Wali Kota Sayuti Abubakar. Dia telah menyerahkan dokumen resmi usulan pembangunan RSUD Lhokseumawe kepada Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin pada 8 Agustus 2025.

Baca juga: TKD Dibabat, PAD ‘Hana Can’, Sayuti Instruksikan BPKD Lhokseumawe Bentuk Satgas

Sayuti turut menyinggung rencana pembangun RSUD Lhokseumawe saat Line1.News pada 30 Oktober 2025, mengkonfirmasi langkah-langkah apa yang diambil untuk meningkatkan PAD.

Dia menyebut sejumlah langkah yang sedang berjalan. “Termasuk salah satunya adalah pembangunan RSUD Lhokseumawe yang sudah saya komunikasikan dengan Menteri Kesehatan dan Menteri PU,” ucap Sayuti.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy