Aceh Utara – Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan, mengatakan tenda darurat sudah dikirim pemerintah pusat untuk pengungsian korban banjir bandang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
“Tenda darurat sudah dikirim, dan akan terus dilakukan pengiriman untuk memastikan pengungsi yang terdampak mendapatkan tenda dengan standar yang baik. Tenda di posko dan yang baru sampai dikirim ke Langkahan, mereka sedang membutuhkan. Pemerintah daerah jangan simpan di satu tempat,” kata Budi Irawan usai melihat kondisi di Langkahan, Sabtu, 20 Desember 2025, dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu (21/12).
Budi Irawan mendatangi posko pengungsian di Langkahan untuk melihat langsung penyaluran bantuan logistik tepat sasaran dan memastikan tenda darurat yang dikirim BNPB terpasang di lokasi terdampak banjir besar.
BNPB juga sudah mengirimkan delapan alat berat, mengerahkan 50 chainsaw, genset, dan lima dump truk untuk mengangkut material, lumpur, dan kayu-kayu gelondongan di Langkahan.
Baca juga: Miss Susan pun Menangis Peluk Anak Yatim di Pengungsian Langkahan
Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan keuchik di Kecamatan Langkahan agar mendata tempat pengungsian dan disatukan lokasi supaya tidak terpecah.
“Kami sudah mendukung tenda keluarga, tenda pengungsian untuk disatukan di satu area. Untuk pembersihan sarana umum akan diperbantukan oleh TNI AD didatangkan sebanyak 200 orang dari Yonzipur 5. Yang sudah ada dan bekerja saat ini di Langkahan sebanyak 50 prajurit dari Batalyon Infanteri 4 dan Arhanud,” tuturnya.
Asep menyebut akses jalan di Kecamatan Langkahan sebagian besar tidak lagi terhambat karena alat berat sudah bisa masuk ke lokasi. Namun, gelondongan kayu masih sulit dipindahkan dan pengangkutan.
“Kayu-kayu itu akan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk hunian sementara korban terdampak banjir besar usai berkoordinasi langsung ke Kementerian Kehutanan. Bahkan sudah kami beritahukan ke masing-masing kabupaten,” ujar Asep.
Soal logistik tidak tersalurkan ke sebagian daerah, Asep menyatakan BNPB sudah mendistribusikan ke seluruh wilayah terdampak melalui pemda. Dari kabupaten ke camat, lalu dikirim melalui kepala desa masing-masing.
“Itu dibuktikan dengan tanda tangan dan stempel dari camat atau keuchik. Semua bantuan disalurkan tercatat keluar dan masuknya,” ucap Asep.
Apabila sampai sekarang masih ada korban bencana yang belum menerima bantuan, Asep minta segera laporkan ke BNPB yang ditempatkan pada masing-masing daerah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy