Idulfitri Termuram: Masjid Al Aqsa Jadi ‘Kota Mati’, Warga Palestina Terpaksa Salat Id di Jalanan

Ratusan warga Palestina melaksanakan salat di aspal jalanan di luar tembok Kota Tua Yerusalem dengan penjagaan ketat polisi Israel.
Untuk pertama kalinya sejak 1967, Kompleks Masjid Al Aqsa ditutp pada akhir Ramadan. Hal ini memicu ketegangan warga Palestina yang terpaksa saolat Idulfitri di luar area tersebut. Foto: Reuters/Ammar Awad

Yerusalem – Untuk pertama kalinya dalam 59 tahun, umat Muslim di Yerusalem Timur harus menghadapi kenyataan pahit. Otoritas Israel secara total menutup kompleks Masjid Al Aqsa pada akhir Ramadan dan melarang pelaksanaan salat Idulfitri, Jumat, 20 Maret 2026.

Langkah drastis ini diambil Israel dengan alasan keamanan di tengah eskalasi perang dengan Iran. Sejak akhir Februari lalu, akses ke situs suci ketiga umat Islam ini memang telah diperketat, memaksa ribuan jemaah beribadah di luar gerbang Kota Tua.

Kota Tua Menjadi ‘Kota Mati’

Suasana menjelang hari raya di Yerusalem Timur berlangsung muram. Kawasan Kota Tua yang biasanya hiruk-pikuk kini senyap layaknya kota mati. Polisi Israel dilaporkan menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan warga yang mencoba salat di luar tembok kota sebagai bentuk protes.

“Ini hari paling menyedihkan. Saya khawatir ini menjadi preseden berbahaya bagi masa depan situs suci kami,” ujar Hazen Bulbul (48), warga Yerusalem.

Duka di Yerusalem, Luka di Gaza

Kondisi di Gaza tak kalah memprihatinkan. Meski serangan udara mulai mereda dan bantuan PBB perlahan masuk melalui gerbang Rafah, warga merayakan Idulfitri di atas puing-puing bangunan.

“Sebagian kehilangan rumah, sebagian kehilangan keluarga. Kegembiraan Idulfitri tahun ini sama sekali tidak utuh,” ungkap Sadeeqa Omar (32), pengungsi di Deir al-Balah.

Kecaman Dunia Internasional

Penutupan Al Aqsa memicu reaksi keras global. Liga Arab, OKI, dan Uni Afrika mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kebebasan beribadah. Mereka memperingatkan bahwa langkah ini dapat memicu ledakan kekerasan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, penjagaan ketat masih terlihat di setiap sudut gang Kota Tua Yerusalem, sementara umat Muslim tetap diimbau oleh tokoh agama setempat untuk melaksanakan salat Id di titik terdekat dengan masjid.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy